MTsN 1 Bogor akan Dilengkapi Akses Evakuasi Darurat

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID  – Aspek keselamatan menjadi perhatian dalam program revitalisasi madrasah. Saat meninjau MTsN 1 Kota Bogor, Rabu (10/6/2026), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta adanya akses evakuasi tambahan di area belakang sekolah sebagai jalur penyelamatan saat keadaan darurat.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah yang saat ini tengah berlangsung di MTsN 1 Kota Bogor. Turut hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Suyitno, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor Afan Rangkuti.

Bacaan Lainnya

Dalam peninjauan tersebut, Pratikno dan Nasaruddin Umar menyoroti pentingnya keberadaan akses tambahan di bagian belakang sekolah yang dapat difungsikan sebagai jalur evakuasi ketika terjadi situasi darurat.

“Untuk MTsN Kota Bogor, kami meminta agar ada akses ke belakang sekolah sebagai upaya antisipasi kebakaran maupun hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Pratikno didampingi Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Menurut Pratikno, keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik harus menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur pendidikan. Revitalisasi tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga memastikan lingkungan belajar yang aman bagi seluruh warga sekolah.

Ia menjelaskan, revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia.

Program revitalisasi satuan pendidikan, lanjutnya, telah dimulai sejak tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp13,28 triliun untuk memperbaiki 17.573 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan program Presiden untuk meningkatkan kualitas SDM unggul melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas,” katanya.

Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang berfokus pada percepatan rehabilitasi, perbaikan, serta pembangunan infrastruktur pendidikan.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai revitalisasi yang dilakukan di MTsN 1 Kota Bogor telah membawa perubahan yang sangat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Atap yang sebelumnya hampir roboh sekarang sudah sangat rapi. Meja-meja yang dulu sudah kumuh kini diganti dengan yang baru dan lebih baik,” ungkap Nasaruddin.

Menag menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian yang sama terhadap sekolah umum maupun madrasah agar seluruh peserta didik memperoleh fasilitas pendidikan yang layak dan aman.

Menurutnya, keberadaan jalur evakuasi juga menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu melindungi warga sekolah saat menghadapi kondisi darurat.

Revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor mencakup pembangunan dan perbaikan ruang kelas serta pengadaan mebel baru. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, program ini diharapkan mampu menghadirkan standar keselamatan yang lebih baik, termasuk melalui penyediaan akses evakuasi yang memadai bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Dengan demikian, revitalisasi madrasah tidak hanya membangun ruang belajar yang lebih modern, tetapi juga memperkuat aspek keamanan sebagai fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.(DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *