PLN Sukses Cut Over SCADA-EMS ACC Jamali

Dok.PLN

FACEINDONESIA.CO.ID – PT PLN (Persero) sukses melaksanakan cut over sistem Supervisory Control and Data Acquisition–Energy Management System (SCADA-EMS) pada Advanced Control Center (ACC) Jawa-Madura-Bali (Jamali). Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pengendalian kelistrikan Jawa-Bali menuju pusat kendali operasi yang lebih modern dan terintegrasi.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB), Yasir, menjelaskan bahwa cut over merupakan proses perpindahan pengoperasian sistem dari platform lama ke sistem baru. Dalam tahap ini, operasional SCADA-EMS dialihkan dari Spectrum Power 4 (SP4) ke Spectrum Power 7 (SP7) yang memiliki kemampuan pemantauan dan pengendalian lebih canggih.

Bacaan Lainnya

Menurut Yasir, proses cut over ACC Jamali merupakan fase paling krusial dalam roadmap pembangunan pusat kendali tersebut karena menandai transisi dari tahap pembangunan menuju tahap operasional.

“Ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pusat kendali operasi kelistrikan yang lebih andal dan siap mendukung kebutuhan sistem tenaga listrik di masa mendatang,” ujar Yasir, Selasa (9/6).

Berdasarkan hasil verifikasi bersama seluruh pihak terkait, sistem SCADA-EMS SP7 ACC Jamali dinyatakan beroperasi sesuai fungsi yang dipersyaratkan. Capaian ini sekaligus membuka jalan menuju pengoperasian penuh Main Control Center (MCC) di Depok dan Disaster Recovery Center (DRC) di Ungaran sebagai satu kesatuan pusat kendali sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.

PLN akan melanjutkan berbagai tahapan pengujian, pemantauan, dan optimalisasi guna memastikan seluruh fitur ACC Jamali dapat beroperasi maksimal sesuai desain yang telah direncanakan. Yasir mengapresiasi seluruh tim yang terlibat dalam proyek tersebut.

Menurutnya, keberhasilan cut over merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang solid sejak tahap perencanaan, pembangunan, integrasi hingga pengujian sistem.

Sebelum proses perpindahan sistem dilakukan, ACC Jamali telah dioperasikan secara paralel dengan sistem eksisting dalam periode tertentu.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh fungsi berjalan optimal sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik selama masa transisi.

ACC Jamali dibangun sebagai pusat kendali operasi sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali yang mampu memantau dan mengendalikan jaringan listrik secara real time.

Fasilitas ini terdiri dari Main Control Center (MCC) di Gandul, Depok, Jawa Barat, serta Disaster Recovery Center (DRC) di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Melalui sistem tersebut, PLN dapat memantau kondisi kelistrikan secara terpusat mulai dari gardu induk, jaringan transmisi hingga pembangkit listrik.

Kehadiran ACC Jamali diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons terhadap gangguan, memperkuat keandalan operasi sistem, dan mendukung integrasi energi baru terbarukan.

Hingga pelaksanaan cut over, progres pembangunan MCC dan DRC telah mencapai 94,78 persen, sementara implementasi SCADA-EMS berada di angka 95,50 persen.

Dalam implementasinya, ACC Jamali mengintegrasikan sekitar 140 gardu induk dan gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET), serta lebih dari 100 unit pembangkit yang tersebar di sistem Jawa-Bali.

Sementara itu, General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menegaskan bahwa keberhasilan cut over menjadi fondasi penting menuju operasional penuh ACC Jamali.

Dengan dukungan teknologi yang lebih modern, ACC Jamali akan meningkatkan kemampuan pemantauan dan pengendalian sistem tenaga listrik secara real time sehingga operasional kelistrikan Jawa-Madura-Bali menjadi lebih responsif, aman, dan andal.

Pengembangan ACC Jamali juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam mempercepat transformasi digital sektor ketenagalistrikan, meningkatkan keandalan pasokan listrik, serta mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *