FACEINDONESIA.CO.ID – Upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) terus diperkuat. PTPN IV PalmCo menjalin kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mengembangkan energi alternatif berbasis kelapa sawit.
Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan biogasoline atau bensin sawit, yang dinilai berpotensi menjadi solusi energi masa depan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K Santosa, menjelaskan bahwa sinergi dengan ITS merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mendorong hilirisasi industri sawit. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas, langkah ini juga membuka jalan bagi penerapan teknologi energi bersih di sektor perkebunan.
Menurutnya, integrasi riset dengan kebutuhan industri menjadi kunci percepatan implementasi inovasi. PalmCo tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga membangun ekosistem sawit yang berkelanjutan melalui konsep ramah lingkungan dan zero waste.
Dukungan pemerintah turut menguatkan langkah ini. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai pengembangan bensin berbasis sawit perlu segera masuk tahap industrialisasi. Strategi tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Ruang lingkup kerja sama PalmCo dan ITS mencakup riset teknologi konversi minyak sawit menjadi bahan bakar, pengembangan sistem energi terbarukan, hingga implementasi industri berkelanjutan. Dalam proyek ini, ITS berperan memastikan teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Ketua tim peneliti ITS, Hosta Ardhyananta, mengungkapkan bahwa fokus riset diarahkan pada peningkatan efisiensi proses konversi agar bahan bakar yang dihasilkan kompatibel dengan mesin kendaraan yang ada saat ini.
Program kolaborasi ini direncanakan berlangsung selama lima tahun dengan pembentukan tim gabungan untuk mempercepat hilirisasi inovasi energi berbasis kelapa sawit.
Dengan pengembangan bensin sawit, Indonesia diharapkan mampu mengurangi impor BBM secara signifikan, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam domestik secara optimal dan berkelanjutan. (San)






