600 Takjil Dibagikan, Kolaborasi Lintas Iman Hangatkan Ramadan di Kota Cirebon

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, Kamis (5/3/2026), tampak lebih hangat dari biasanya. Jajaran pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon bersama Ikatan Penyuluh Agama, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat.

Sebanyak 600 paket takjil dibagikan kepada pengendara, pejalan kaki, dan warga sekitar yang melintas. Kegiatan ini merupakan hasil partisipasi sukarela pegawai dan keluarga besar Kemenag Kota Cirebon yang menghimpun donasi bersama, lalu mewujudkannya dalam paket berbuka puasa.

Bacaan Lainnya

Pembagian takjil ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan juga ruang perjumpaan sosial yang sarat pesan kerukunan. Kehadiran penyuluh agama dari berbagai agama bersama pengurus FKUB memperlihatkan bahwa nilai kemanusiaan dapat menjadi titik temu di tengah keberagaman keyakinan.

Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon, Riana Anom Sari, mengatakan Ramadan mengajarkan manusia memperluas kepedulian sosial, tidak hanya kepada sesama umat, tetapi kepada siapa pun yang membutuhkan.

“Ramadan selalu mengingatkan kita bahwa agama pada dasarnya mengajarkan kasih sayang. Ketika seseorang berbagi makanan kepada orang lain yang menunggu waktu berbuka, itu bukan hanya soal memberi makanan, tetapi juga memberi perhatian dan kepedulian,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur lintas agama dalam kegiatan ini menunjukkan wajah kerukunan yang hidup di tengah masyarakat Kota Cirebon.

“Kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum atau seminar. Kerukunan harus hadir dalam tindakan. Hari ini kita berdiri bersama di jalan yang sama, membagikan makanan yang sama, kepada masyarakat yang sama. Inilah gambaran sederhana bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita bekerja sama dalam kebaikan,” tambahnya.

Menurut Riana, kegiatan sosial semacam ini juga menjadi pengingat bahwa aparatur negara memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, terutama pada momentum keagamaan yang sarat nilai kemanusiaan.

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya memberi makan kepada orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadis disebutkan, siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.

Menjelang azan Magrib, paket-paket takjil terus berpindah tangan. Wajah-wajah pengendara yang semula lelah setelah beraktivitas mulai tampak tersenyum saat menerima makanan pembuka puasa. Di tengah lalu lintas yang tetap berjalan, kegiatan sederhana ini menghadirkan pesan yang lebih besar: kepedulian sosial, kebersamaan, dan kerukunan bisa dimulai dari hal kecil, dari sepotong takjil yang dibagikan tulus di tepi jalan. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *