6 Cara Menarik Penduduk di Berbagai Negara Merespons Krisis Energi Global

Ilustrasi Krisis Energi Global (chatgpt)

FACEINDONESIA.CO.ID – Terdapat sejumlah cara unik penduduk di berbagai negara untuk menyikapi krisis energi global sebagai imbas ketegangan di kawasan Timur Tengah pada 2026. Simak apa saja yang sudah dilakukan dan sangat mungkin bisa dilakukan di Indonesia.

1. Peru: Konversi BBM ke Gas

Bacaan Lainnya

Di Peru, banyak warga secara mandiri mengonversi kendaraan mereka ke gas alam yang lebih murah, bahkan bengkel-bengkel kecil menawarkan jasa konversi cepat sebagai solusi darurat.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia Tulus Abadi dalam wawancara beberapa saat lalu sempat mengisahkan penduduk di Peru merespons krisis energi dengan cara bersepeda.

2. Filipina: Kendaraan Umum Kolektif

Di Filipina, pengemudi transportasi umum mulai berbagi rute dan penumpang secara kolektif untuk menekan biaya bahan bakar, sementara sebagian warga beralih ke sepeda atau berjalan kaki untuk jarak dekat.

3. Vietnam: Kendaraan Listrik Kecil

Di Vietnam, masyarakat ramai-ramai mengatur ulang pola perjalanan, seperti menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan dan meningkatkan penggunaan kendaraan listrik kecil.

4. Sri Lanka: Komunitas Carpool

Di Sri Lanka, warga membentuk komunitas berbagi kendaraan (carpool) dan bahkan berbagi jadwal penggunaan kendaraan dalam satu lingkungan untuk menghemat BBM yang langka.

5. Kenya: Beralih ke Motor

Di Kenya, banyak pengendara beralih ke sepeda motor hemat bahan bakar atau transportasi informal yang lebih efisien, sementara pedagang lokal menyesuaikan jam operasional agar tidak terlalu bergantung pada distribusi berbahan bakar mahal.

6. Mesir: Berbagi Tumpangan

Di Mesir, warga mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan lebih mengandalkan transportasi umum atau berbagi tumpangan. Dari berbagai kisah ini terlihat bahwa saat harga BBM melonjak, masyarakat cenderung cepat beradaptasi melalui perubahan perilaku sehari-hari, efisiensi perjalanan, dan solusi kolektif untuk menekan pengeluaran energi.

 

Kisah dari Indonesia

Di negeri ini, banyak warga mulai beralih ke motor yang lebih irit atau menggunakan sepeda listrik, terutama untuk jarak dekat, sementara sebagian lainnya mengurangi frekuensi bepergian dan menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan.

Kreativitas juga terlihat di tingkat komunitas dan usaha kecil. Beberapa pelaku UMKM dan petani mencoba menggunakan bahan bakar alternatif sederhana, seperti campuran biofuel skala kecil atau memanfaatkan limbah minyak jelantah untuk kebutuhan tertentu.

Di daerah pedesaan, warga bahkan mulai menghidupkan kembali pola hidup hemat energi, seperti berjalan kaki atau menggunakan transportasi bersama untuk aktivitas harian. Bahkan, di lingkungan perkantoran dan sekolah, kebijakan tidak resmi seperti kerja dari rumah atau jadwal bergantian ikut membantu mengurangi konsumsi BBM.

Pemerintah juga melakukan intervensi dengan mendorong penghematan BBM melalui kombinasi kebijakan struktural dan perubahan pola kerja, salah satunya dengan mendorong work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara dan sektor tertentu.

Berbagai respons ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung adaptif, mengandalkan solusi praktis dan gotong royong untuk menghadapi tekanan biaya energi. (Wis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *