20 Ribu ASN Lulus Short Course SMART HAB 2026, Apa Dampaknya?

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama mencatat prestasi dalam pelaksanaan Short Course SMART HAB 2026. Dari 27.874 pendaftar, sebanyak 20.388 peserta atau sekitar 73% dinyatakan lulus dan resmi menjadi alumni program.

Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata efektivitas transformasi pembelajaran digital di lingkungan Kementerian Agama. Mastuki mengapresiasi tingginya minat peserta terhadap tema-tema strategis yang disajikan, mulai dari Personal Branding hingga Ekoteologi.

Bacaan Lainnya

“Program SMART HAB ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kolaboratif lintas profesi yang inklusif, terbukti dengan sebaran peserta yang menjangkau beragam unsur ASN maupun non-ASN. Partisipasi yang sangat luas ini, mulai dari Penyuluh Agama sebesar 35,6% hingga Tenaga Administrasi sebanyak 22,6%, menunjukkan bahwa program ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas SDM secara merata di seluruh segmen,” ujar di Ciputat, Selasa (3/3/2026).

Data statistik menunjukkan bahwa materi Personal Branding menjadi primadona dengan total 5.050 peserta (24,8%). Selain itu, profil peserta tercatat sangat representatif dengan dominasi perempuan sebesar 56% dan kelompok usia produktif 31-40 tahun yang mencapai 38% dari total partisipan. Secara geografis, Jawa Tengah memimpin partisipasi tingkat provinsi dengan angka 16%, disusul Jawa Barat dan Jawa Timur.

Kualitas pelatihan ini juga diperkuat dengan hasil evaluasi self-assessment yang sangat memuaskan, di mana indeks kepuasan umum menyentuh angka 91,5 dan indeks perubahan pengetahuan berada di angka 91,1. Mastuki berharap dampak positif dari pelatihan ini dapat langsung dirasakan dalam peningkatan kualitas layanan organisasi.

“Hasil evaluasi menunjukkan capaian sangat baik di seluruh aspek, yang menegaskan bahwa short course ini efektif meningkatkan kompetensi sekaligus komitmen nyata peserta terhadap kinerja organisasi. Kami optimis bahwa alumni program ini akan membawa perubahan perilaku yang positif dan kontribusi nyata bagi profesionalitas layanan keagamaan di tengah masyarakat,” tambah Mastuki. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *