Wamenpar: IPOS X Perkuat Daya Saing Global Industri Event RI

Dok.Kemenpar

FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai penyelenggaraan IPOS-X (Indonesia Professional Organizer Summit Vol. 10) menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing global industri event Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis MICE.

Dalam sambutannya pada acara Kick-off IPOS-X di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (28/4/2026), Wamenpar menyampaikan satu dekade perjalanan IPOS merupakan tonggak penting bagi perkembangan industri _event_ nasional. IPOS telah berkembang menjadi ruang strategis yang mempertemukan ide, kolaborasi, dan transaksi nyata, sekaligus menghubungkan para profesional _event_ dari seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

“IPOS bukan sekadar sebuah _event_, tetapi gerakan bersama untuk memajukan, meningkatkan profesionalitas, dan mengangkat martabat industri MICE serta _event_ Indonesia di panggung nasional dan global,” ujar Ni Luh Puspa.

Menurutnya, industri _event_ ke depan diproyeksikan terus tumbuh dan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pilar strategis dalam ekosistem pariwisata. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tren global seperti berkembangnya _hybrid event_, meningkatnya kebutuhan _corporate travel_, serta penguatan infrastruktur _convention_ di berbagai negara.

Penguatan industri event nasional diarahkan pada sejumlah aspek utama, mulai dari regulasi dan tata kelola, peningkatan kapasitas dan standardisasi, hingga penguatan konektivitas dan infrastruktur. Selain itu, pengembangan portofolio Intellectual Property (IP) event serta skema insentif yang adaptif juga menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri.

Wamenpar menekankan seluruh upaya tersebut harus didukung kolaborasi erat seluruh unsur _pentahelix_ sebagai fondasi utama dalam membangun industri pariwisata yang kuat.

“Dengan langkah-langkah tersebut, industri _event_ diharapkan tidak hanya tumbuh, tetapi juga semakin berkualitas, berdaya saing global, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, IPOS Vol. 10 menghadirkan berbagai agenda strategis, di antaranya IPOS Smart Forum berupa seminar nasional dan diskusi kolaboratif terkait tren dan isu strategis industri, forum _Business-to-Business_ (B2B) yang mempertemukan _buyer_ dan _seller_ terkurasi, IPOS Champion’s Night, serta 360° Business Networking.

Wakil Ketua Umum II DPP IVENDO, Romi Rismawan, menyampaikan keterlibatan IVENDO dalam IPOS merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem industri _event_ nasional. Menurutnya, IPOS mencerminkan industri _event_ yang semakin matang, terhubung, terkurasi, dan berorientasi pada dampak.

“Kemajuan industri tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan melalui kolaborasi yang saling melengkapi antara komunitas, asosiasi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Romi.

Founder IPOS, Harry D. Nugraha, menambahkan dalam satu dekade penyelenggaraan, IPOS telah melibatkan 78 _seller_ dan 172 _buyer_. Kegiatan ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1.798 potensi volume event, 454 prospek bisnis dengan nilai lebih dari Rp396 miliar, serta menciptakan 51.188 lapangan kerja di 34 provinsi di Indonesia.

“Puncak _business floor_ akan berlangsung pada hari kedua, menjadi ruang kolaborasi konkret untuk membangun industri _event_ dan mendukung kemajuan bangsa,” kata Harry.

Turut mendampingi Wamenpar, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Vinsensius Jemadu serta Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani. IPOS X juga dihadiri pimpinan asosiasi dan organisasi industri MICE dan event, para _buyer_ dan _seller_ dari seluruh Indonesia, serta sejumlah insan media. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *