FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, mengimbau pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan melalui pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar tidak ada anak yang tertinggal dalam mengakses layanan pendidikan bermutu.
Pesan tersebut disampaikan Fajar saat meninjau pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 5 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/7). Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi praktik baik yang diterapkan Pemerintah Kota Balikpapan bersama satuan pendidikan dalam menghadirkan SPMB Ramah yang berlangsung transparan, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi.
“Kita ingin memastikan apakah aturan-aturan SPMB selama ini yang sudah kita tetapkan, kita sepakati, dilaksanakan. Dan tadi saya lihat alhamdulillah cukup baik ya pelaksanaannya, tidak ada riak-riak. Tadi saya lihat juga kesiapan dari para staf juga kelihatan terlatih,” ujar Fajar.
Fajar menuturkan, keterbatasan daya tampung sekolah negeri masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Di Balikpapan, dari sekitar 12 ribu lulusan SMP, sekitar 7.500 murid dapat tertampung di SMA dan SMK negeri. Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta agar seluruh anak tetap memperoleh kesempatan belajar.
Ia mengapresiasi langkah Balikpapan yang melibatkan sekolah swasta sebagai mitra penyelenggaraan SPMB sehingga akses pendidikan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik.
Selain memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai ketentuan, Fajar juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) sesuai pedoman Kemendikdasmen.
“Kami titip dalam proses MPLS besok, itu betul-betul ngikuti panduan dari kami. Saya percaya di sini tidak ada pembulian, tidak ada kekerasan. Kita harapkan anak-anak kita tumbuh dalam ekosistem sekolah yang aman, nyaman sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2024 budaya sekolah aman dan nyaman,” kata Fajar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 5 Balikpapan, Murti, mengatakan pelaksanaan SPMB mengacu pada petunjuk teknis dengan membagi panitia ke dalam tim informasi, pelayanan, dan verifikasi agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat dan ramah. “Praktik baiknya itu adalah kita selalu melihat dari arahan juknis, kita harus melayani dengan ramah mulai dari memberikan informasi, peran verifikator, dan lainnya,” ujarnya.
Murti menambahkan seluruh kepala SMA dan SMK di Balikpapan juga berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB. “SPMB harus transparan. Kesepakatan antara kepala sekolah semua se-Balikpapan SMA dan SMK bahwa apapun kendalanya, titipan itu betul-betul ditiadakan. Alhamdulillah berjalan sampai hari ini,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 5 Balikpapan, Sulkifli, mengatakan panitia aktif mendampingi masyarakat selama proses pendaftaran. “Kalau ada kesulitan untuk mendaftar, orang tua bisa datang langsung ke ruang IT di sekolah supaya bisa kita bantu,” katanya.
Dukungan terhadap perluasan akses pendidikan juga ditunjukkan sekolah swasta mitra. Kepala SMP PGRI 2 Balikpapan, Rinawati, menyampaikan, “Tahun ini kami mengalami peningkatan kuota, sehingga sekarang seluruh kuota sudah terpenuhi,” ungkapnya.
Sementara Ketua Panitia SPMB, Antonia, mengatakan, “SPMB tahun ini berjalan sangat lancar. Sebelum jam tutup kita sudah tutup duluan karena kuotanya sudah penuh,” jelas Antonia.
Tingginya antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dengan sekolah swasta menjadi bagian penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan bermutu.(ZID)






