Senja Penuh Berkah di Istiqlal dan Pesan Cinta untuk Pemuda Penghafal Al-Qur’an

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Semburat jingga senja perlahan menyelimuti pelataran megah Masjid Istiqlal, Jakarta. Pada hari ke-21 Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (11/3/2026), suasana sore itu dipenuhi senyum ceria seratus anak yatim piatu yang hadir dalam sebuah perjumpaan hangat penuh makna.

Momen tersebut bukan sekadar menanti azan Magrib, tetapi menjadi ruang berbagi kasih dan kepedulian. Dalam kegiatan itu, 100 anak yatim piatu dari berbagai latar belakang agama menerima bantuan berupa tas dan perlengkapan sekolah, paket sembako, serta santunan dana sebesar Rp100 ribu per anak.

Bacaan Lainnya

Bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Seruni Kabinet Merah Putih (KMP) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI sebagai bagian dari kegiatan sosial Ramadan.

Di tengah kehangatan suasana, Anggota Bidang 2 Seruni KMP sekaligus Penasihat DWP Kemenag RI, Helmi Nasaruddin Umar, menghampiri sekelompok anak yang duduk rapi di barisan depan. Sapaan keibuannya disambut dengan fakta yang menyejukkan hati: beberapa dari anak-anak tersebut merupakan hafiz dan hafizah, para penghafal ayat suci Al-Qur’an.

Rasa haru pun terpancar dari wajah Ibu Helmi. Dengan penuh kasih, ia menyampaikan pesan yang menyentuh hati kepada para penghafal Al-Qur’an muda tersebut.

“Masya Allah, luar biasa. Pesan Ibu, jangan pernah berhenti untuk terus menghafal Al-Qur’an,” ucapnya lembut.

“Jadikan hafalan itu sebagai sahabat dalam kehidupan, karena ayat-ayat suci kelak akan menjadi penerang bagi kalian dan juga bagi kedua orang tua kalian,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar menghafal, Ibu Helmi juga menyemangati para hafiz dan hafizah muda tersebut untuk terus melanjutkan hafalan Al-Qur’an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kalian terus semangat menjaga dan menambah hafalan Al-Qur’an. Jangan hanya dihafal, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya penuh kehangatan.

“Jika ayat-ayat itu hidup dalam akhlak dan perilaku kalian, insyaAllah kalian akan tumbuh menjadi generasi yang membawa kebaikan dan kedamaian bagi banyak orang.”

Pertemuan emosional di senja Ramadan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Seruni Berbagi: Harmoni Keberagamaan dalam Kebersamaan.”

Sepanjang hari, kegiatan tersebut telah menyalurkan 2.500 paket bantuan sosial kepada berbagai elemen masyarakat. Bantuan diberikan kepada para pekerja di lingkungan Kementerian Agama, petugas Masjid Istiqlal, karyawan operasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Bidang 2 Seruni KMP, Evi Agus Andrianto, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, sejak pagi kami telah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi semua pihak,” ujarnya.

Kehadiran anak-anak yatim dari lintas agama pada senja itu menjadi potret indah tentang harmoni yang terus dirawat di tengah keberagaman bangsa.

Saat azan Magrib hampir berkumandang, doa bersama pun mengalun menutup pertemuan singkat yang penuh makna tersebut. Dalam pelukan hangat Ramadan, senja di Istiqlal meninggalkan pesan yang abadi: bahwa kepedulian, kasih sayang, dan keluhuran akhlak adalah jembatan yang mampu menyatukan perbedaan. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *