FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merevitalisasi 61 satuan pendidikan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dengan total bantuan mencapai Rp31,85 miliar. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter murid.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga penguatan karakter dan kompetensi peserta didik.
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kebumen dan menghadiri kegiatan di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Kabupaten Kebumen, pada 1 Oktober 2026.
“Yang dilatih di dunia pendidikan bukan semata-mata kemampuan kognitif, tetapi karakter dan kompetensi. Ketika kecerdasan buatan sekarang sudah melesat jauh, maka yang penting adalah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi,” ujar Fajar.
Di Kabupaten Kebumen, program revitalisasi mencakup 33 Sekolah Dasar (SD), 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP), lima TK/PAUD, empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan tiga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, program ini menjangkau satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Hasil revitalisasi terhadap 61 satuan pendidikan tersebut telah diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, pada 26 Januari 2026.
Selain pembenahan bangunan sekolah, pemerintah juga memberikan dukungan melalui sejumlah program prioritas, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), serta perangkat laptop untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Fajar menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang adaptif agar murid mampu menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.
“Jadilah pembelajar sepanjang hayat. Dunia kerja akan berubah karena itu karakter dan kompetensi harus menjadi bekal untuk terus beradaptasi,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.
Menurut Lilis, perbaikan fasilitas pendidikan memberikan kesempatan kepada anak-anak, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan, untuk belajar dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
“Ketika pemerintah pusat dan daerah berjalan searah, upaya meningkatkan kualitas pendidikan akan lebih cepat dan jangkauannya semakin luas,” ujar Lilis.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan di Kebumen turut didukung oleh capaian partisipasi sekolah yang tinggi. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kebumen, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–12 tahun mencapai 99,73 persen, sedangkan usia 13–15 tahun sebesar 98,56 persen.
Pada aspek pembelajaran, nilai literasi SD tercatat 84,28 dan numerasi 73,68. Sementara itu, nilai literasi SMP mencapai 87,29.
Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Ke depan, Lilis berharap program revitalisasi sekolah dari Kemendikdasmen dapat terus menjangkau satuan pendidikan yang masih membutuhkan perbaikan. Pemerintah daerah juga berkomitmen memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar di lingkungan yang layak dan mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.
Program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas sekolah, tetapi juga mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif serta menghasilkan generasi yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(ZID)






