Rel Sumbar Perkuat Konektivitas Kereta Api Sumatra

Dok.KAI

FACEINDONESIA.CO.ID – Sumatera Barat menjadi wilayah strategis dalam pengembangan konektivitas kereta api di Pulau Sumatra. Dengan total jaringan rel sepanjang 312,2 kilometer, provinsi ini menyimpan sejarah panjang perkeretaapian sekaligus peluang besar untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan sektor pariwisata.

Pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong penguatan jaringan kereta api yang terhubung dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Dalam peta besar tersebut, Sumatera Barat dinilai memiliki posisi penting karena masih memiliki jalur aktif yang dimanfaatkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, mengatakan Sumatera Barat memiliki sejarah kuat dalam perkembangan transportasi rel nasional. Jalur kereta di wilayah ini sejak awal dibangun untuk menghubungkan tambang, pelabuhan, kota, dan pusat aktivitas masyarakat.

Sejarah perkeretaapian Sumbar bermula pada akhir abad ke-19, saat jalur rel dibangun untuk mengangkut batu bara dari Ombilin, Sawahlunto menuju Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Dari sana, jaringan rel berkembang ke berbagai wilayah seperti Kayu Tanam, Padang Panjang, Solok, Pariaman, hingga Naras.

Berdasarkan data Divre II Sumatera Barat, panjang rel yang aktif saat ini mencapai 110,9 kilometer, sementara 201,3 kilometer lainnya masih nonaktif. Sumbar juga memiliki 20 stasiun penumpang dan empat stasiun angkutan barang yang mendukung operasional.

Layanan aktif yang berjalan saat ini meliputi KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, KA Lembah Anai, serta KA Wisata Mak Itam. Untuk angkutan barang, jalur Indarung–Bukit Putus masih menjadi andalan distribusi semen dan klinker.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang kereta api di Sumatera Barat mencapai 913.674 orang. Sementara angkutan barang tercatat sebanyak 492.220 ton, menunjukkan peran penting transportasi rel dalam mendukung industri sekaligus mengurangi beban jalan raya.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah pelanggan kereta api di Sumbar terus meningkat. Pada 2021 tercatat sekitar 1,09 juta pelanggan, dan melonjak menjadi hampir 2 juta pelanggan pada 2025. KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan pengguna terbanyak.

Potensi pengembangan rel Sumbar juga didukung sektor pariwisata yang terus tumbuh. Destinasi seperti Jam Gadang, Danau Singkarak, serta Sawahlunto berpotensi semakin terkoneksi melalui layanan kereta api.

Selain jalur aktif, sejumlah rel nonaktif di Sumatera Barat juga dinilai berpotensi direaktivasi, terutama lintas Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Payakumbuh sepanjang 67,3 kilometer. Jalur ini diproyeksikan dapat memperkuat mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan konektivitas wisata.

Pengembangan rel Sumbar menjadi bagian penting dalam proyek besar konektivitas kereta api Sumatra. Kehadiran jaringan rel yang terintegrasi diyakini mampu memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *