FACEINDONESIA.CO.ID – Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) kembali menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Hotel The Westin, Jakarta, yang dihadiri oleh Dewan Pengurus Harian, Dewan Penasehat, serta perwakilan dari 46 perusahaan anggota. Forum ini menjadi wadah pertanggungjawaban sekaligus penetapan arah strategis ke depan.bagi industri perasuransian syariah
Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin selaku Ketua Dewan Pengawas AASI dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergerakan ekonomi syariah terbagi dalam dua fase, yakni 25 tahun pertama sebagai periode memasyarakatkan ekonomi syariah, dan 25 tahun ke depan, mulai tahun 2026, sebagai fase take-off untuk mensyariahkan ekonomi masyarakat, termasuk asuransi syariah. Ia menekankan bahwa potensi asuransi syariah sangat besar, namun pangsa pasarnya masih menjadi tantangan, sehingga diperlukan fokus untuk mengembangkan dan memperluas market share.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tiga langkah utama yang perlu dilakukan, yaitu penguatan konsolidasi organisasi di tingkat perusahaan dan asosiasi, penguatan regulasi yang mendorong pengembangan industri, serta optimalisasi peran agen asuransi syariah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya nilai spiritual sebagai fondasi, dengan menekankan prinsip ista‘in billāh wa lā ta‘jiz, yakni memohon pertolongan kepada Allah dan tidak bersikap lemah dalam menghadapi periode take-off.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan bahwa meskipun jumlah perusahaan asuransi syariah ke depan dapat menurun seiring proses spin-off, pangsa pasar justru diharapkan semakin meningkat melalui penguatan kelembagaan, keagenan, serta regulasi yang mendukung pertumbuhan industri. (Den)





