FACEINDONESIA.CO.ID- Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-73 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menjadi wadah bagi peserta dari berbagai profesi untuk memperkuat wawasan kebangsaan, bertukar pengalaman, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
PPNK Angkatan ke-73 berlangsung pada 10-18 Agustus 2026 dan diikuti peserta dari beragam latar belakang, mulai dari TNI, Polri, ASN, pengacara, profesional hingga pengusaha.
Keberagaman tersebut membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan perspektif mengenai berbagai tantangan kebangsaan sesuai bidang masing-masing.
Salah satu peserta dari kalangan pengusaha adalah Randy Sugiarto, Founder dan CEO Master Culinary Group. Menurut Randy, keikutsertaannya dalam PPNK Angkatan ke-73 memberikan kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai peran dunia usaha dalam pembangunan bangsa.
“Pengalaman yang paling berharga bukan hanya materi yang kami dapatkan, tetapi kesempatan untuk belajar bersama teman-teman dengan latar belakang yang sangat beragam. Ada TNI, Polri, ASN, pengacara, profesional hingga pengusaha. Kami datang dari profesi berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujar Randy.
Ia menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, tidak hanya melalui pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penciptaan lapangan pekerjaan, pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan usaha berkelanjutan.
Keterlibatan berbagai profesi dalam PPNK Angkatan ke-73 juga menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat negara. Dunia usaha serta kalangan swasta turut memiliki peran dalam menerapkan nilai kebangsaan melalui aktivitas dan tanggung jawab masing-masing.
Rangkaian PPNK Angkatan ke-73 ditutup di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada 19 Agustus 2026. Penutupan tersebut menjadi akhir rangkaian pembelajaran sekaligus momentum bagi peserta untuk menerapkan pengalaman yang diperoleh di lingkungan profesi dan masyarakat.
Bagi Randy, berakhirnya program justru menjadi awal untuk menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
“Nilai kebangsaan jangan berhenti sebagai teori. Tantangannya adalah bagaimana setelah kembali ke lingkungan masing-masing, nilai seperti gotong royong, toleransi, integritas dan kepentingan bersama dapat diterapkan dalam keputusan dan tindakan nyata,” kata Randy.
Pertemuan lintas profesi dalam PPNK Angkatan ke-73 memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan bangsa. Kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, ASN, profesional, dunia usaha dan masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan serta menghadapi berbagai tantangan ke depan.(DRI)






