FACEINDONESIA.CO.ID – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan 1.000 unit genset ke sejumlah wilayah terisolasi di Aceh yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan ini menjadi solusi sementara agar masyarakat tetap memperoleh pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan dasar di masa pemulihan bencana.
Banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memutus jaringan kelistrikan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau. Hingga saat ini, masih terdapat desa-desa yang terisolasi sehingga pengangkutan material dan peralatan PLN belum dapat dilakukan karena keterbatasan akses jalan.
Dalam kondisi tersebut, kehadiran genset dinilai sangat membantu aktivitas warga. Seorang warga Desa Pante Peusangan, Nirwa, mengungkapkan bahwa listrik bukan sekadar penerangan, melainkan penopang kehidupan sehari-hari di tengah masa pemulihan.
“Alhamdulillah, kami sangat senang. Terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM dan PLN. Bantuan genset ini sangat berarti bagi kami,” ujar Nirwa.
Hal senada disampaikan Pengurus Mushola Dusun Tanoh Rata, Desa Pante Peusangan, Muhammad Lidan. Menurutnya, sebelum adanya genset, warga kesulitan menjalankan aktivitas ibadah pada malam hari akibat ketiadaan penerangan.
“Sejak ada genset ini, alhamdulillah, kegiatan ibadah bisa kembali berjalan. Semua urusan jadi lebih mudah,” kata Lidan.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, memastikan PLN terus bekerja di lapangan dengan mengerahkan personel dan berkoordinasi lintas sektor guna mempercepat pemulihan jaringan distribusi listrik di wilayah terdampak.
“Kami memastikan masyarakat di wilayah terisolasi tetap mendapatkan akses listrik melalui penyediaan genset. Bantuan dari Kementerian ESDM ini menjadi jembatan sementara agar aktivitas warga, ibadah, layanan sosial, hingga komunikasi tetap berjalan,” ujar Arsyadany di Aceh, Sabtu (10/1/2026).
PLN menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat, hingga jaringan kelistrikan dapat pulih secara normal dan warga kembali menjalani aktivitas tanpa hambatan. (San)





