FACEINDONESIA.CO.ID- Pertamina Patra Niaga terus memperkuat dukungan energi untuk penanganan dampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, Pertamina memastikan pasokan BBM untuk pembangkit listrik tetap tersedia.
Saat ini, kebutuhan BBM pembangkit masih dilayani dari Fuel Terminal (FT) Reo dengan pengaturan distribusi. Pertamina juga memantau kondisi jalur distribusi dari Reo menuju Labuan Bajo untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat gempa susulan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perusahaan menyiapkan sejumlah skema alternatif agar kebutuhan energi bagi masyarakat dan fasilitas vital tetap terpenuhi.
“Dalam kondisi bencana, prioritas kami adalah memastikan kebutuhan energi untuk masyarakat dan fasilitas vital tetap terpenuhi. Saat ini kebutuhan BBM untuk pembangkit masih dapat kami layani dari FT Reo secara manual,” ujar Kitty.
Jika jalur Reo menuju Labuan Bajo kembali terganggu, Pertamina menyiapkan rute alternatif melalui Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi.
Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi terkait kebutuhan, kondisi stok, serta jadwal pengiriman BBM untuk pembangkit. Langkah ini dilakukan agar pola distribusi dapat segera disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selain untuk pembangkit listrik, Pertamina memastikan dukungan energi bagi TNI/Polri, termasuk kebutuhan BBM kapal operasional untuk membantu penanganan dan pemulihan pascabencana.
Pasokan Dex dan Pertalite juga disiapkan melalui terminal alternatif guna mendukung mobilitas dan kegiatan operasional di wilayah terdampak.
“Di tengah situasi bencana, kami ingin memastikan energi tetap hadir untuk mendukung masyarakat bangkit dan beraktivitas kembali. Karena itu, kami terus mengoptimalkan sumber daya, stok, serta jalur distribusi yang tersedia,” kata Kitty.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di NTT dengan menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, pembangkit listrik, serta berbagai layanan penting di wilayah terdampak.(ZID)






