FACEINDONESIA.CO.ID – Bank Syariah Nasional (BSN) melanjutkan rangkaian Developer Gathering 2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026), sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis dengan para pengembang perumahan di wilayah Jawa Barat.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyerahkan apresiasi kepada sejumlah developer mitra yang dinilai berkontribusi aktif dalam pembangunan hunian bagi masyarakat. Acara ini dihadiri 79 developer yang selama ini bermitra dengan BSN.
Alex menegaskan, Developer Gathering tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat kolaborasi bisnis antara bank dan pengembang perumahan.
“Kegiatan ini tidak sekadar memberi penghargaan, tetapi juga menghadirkan solusi bisnis melalui produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BSN yang dapat dimanfaatkan developer untuk pengembangan usaha ke depan,” ujar Alex.
Developer Gathering 2026 akan digelar di empat kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi sekaligus konsolidasi pasar BSN di sektor pembiayaan perumahan nasional.
Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan BSN tercatat 98 persen berada di sektor perumahan. Komposisinya terdiri dari 63 persen KPR Subsidi, 31 persen KPR Non-Subsidi, serta sekitar 4 persen pembiayaan konstruksi. Capaian ini menegaskan fokus BSN sebagai bank spesialis pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
Sebagai anak usaha PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), BSN bersama induk usahanya masih menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) secara nasional. FLPP merupakan instrumen utama pemerintah dalam mendukung pembiayaan rumah subsidi.
Alex menegaskan, BSN berkomitmen terus memperkuat ekosistem perumahan nasional melalui sinergi berkelanjutan dengan para developer. “Kami ingin memastikan kerja sama ini terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak dan terjangkau,” pungkasnya. (San)





