FACEINDONESIA.CO.ID – Di Kabupaten Pelalawan, partisipasi tercatat merata di seluruh satuan pendidikan. Sebanyak 6.368 siswa dari 114 SMP dan MTs, baik negeri maupun swasta, mengikuti TKA. Tingkat kehadiran mendekati penuh, dan hingga hari keempat tidak ditemukan kendala yang bersifat signifikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Leonardo, menilai kelancaran ini didukung oleh kesiapan sekolah serta pendekatan yang tidak membebani siswa. “Kami sampaikan kepada siswa bahwa TKA bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Mereka cukup mengerjakan dengan jujur dan tenang. Sejauh ini pelaksanaannya berjalan baik, baik dari sisi listrik maupun jaringan,” ungkapnya.
Di Pelalawan, data yang terkumpul dari TKA mulai dipandang berbeda. Bukan sekadar angka hasil tes, tetapi sebagai peta awal. Melainkan menunjukkan pemetaan data tentang siswa mampu secara akademi dan mana yang masih perlu perhatian lebih. Sementara, di tingkat provinsi, hasil ini akan dibaca untuk melihat pola yang lebih luas seperti sekolah mana yang perlu pendampingan dan kompetensi apa yang masih lemah. Guna menentukan strategi yang ditempuh guru dalam menyesuaikan pendekatan mengajarnya.
Pelaksanaan TKA di Riau memperlihatkan bahwa asesmen dapat dijalankan dalam suasana yang tenang dan tidak membebani murid dengan tetap menjaga integritas dan kualitas proses. Ketertiban di ruang-ruang kelas dan tingginya partisipasi menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap asesmen. Hal menarik lainnya adalah catatan Disdik Kabupaten Riau yang menilai, Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah turut mendukung stamina para murid dalam mengikuti TKA. “Lebih dari separuh satuan pendidikan di Pelalawan telah menerima program tersebut, dan dinilai membantu menjaga kondisi siswa selama mengikuti asesmen,” ungkap Kadisdik Leonardo.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, sebelumnya menegaskan bahwa TKA dirancang bukan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai alat untuk memahami kemampuan siswa secara lebih akurat.
“TKA bukan ujian akhir. Ini bagian dari upaya memetakan kemampuan akademik siswa agar perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan TKA membawa dimensi yang lebih luas, tidak hanya terkait capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, terutama kejujuran dalam proses belajar. (San)





