Paradaya Movement Latih Ojol Tunarungu, Alumni Dompet Dhuafa Jadi Barber Profesional

FACEINDONESIA.CO.ID- Sebanyak 15 pengemudi ojek online (ojol) penyandang tunarungu mengikuti program Par daya Movement 2.0: Beauty Class & Personal Grooming yang diselenggarakan melalui Institut Kemandirian Dompet Dhuafa pada Senin (12/10/2026). Mengusung tema “Sahabat Roda Setara: Tampil Percaya Diri, Melayani dengan Hati, Setara dalam Berkarya”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kepercayaan diri dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Bahasa Isyarat Internasional ini menghadirkan sejumlah sesi perawatan diri, termasuk potong rambut dan edukasi perawatan rambut. Sesi tersebut menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati para peserta.

Menariknya, layanan potong rambut diberikan langsung oleh Alif dan Damar, dua barber profesional yang merupakan alumni program Paradaya Movement. Keterlibatan keduanya menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan dapat membuka peluang kerja sekaligus mendorong alumni untuk berbagi manfaat kepada masyarakat.

Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Abdurrahman Usman, mengatakan bahwa pemberdayaan dapat membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri dan menjalankan profesi dengan lebih percaya diri.

“Ini adalah bukti bagaimana pemberdayaan hadir menembus keterbatasan. Para driver ojol tunarungu mendapatkan dukungan untuk menjalankan profesinya dengan lebih percaya diri, sementara alumni Institut Kemandirian memperoleh kesempatan untuk berbagi melalui pekerjaan yang telah mereka tekuni,” ujar Abdurrahman.

Alif dan Damar menjadi contoh perjalanan alumni setelah menyelesaikan pelatihan. Keduanya memperoleh kesempatan untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan keterampilan di lingkungan profesional, serta kembali berkontribusi dengan memberikan pelayanan kepada orang lain.

Dalam kegiatan tersebut, perawatan diri tidak hanya berfokus pada penampilan. Rambut yang rapi menjadi bagian dari persiapan sebelum bekerja sekaligus mendukung rasa percaya diri para pengemudi ojol saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Interaksi antara para barber dan peserta tunarungu juga memperlihatkan bahwa perbedaan cara berkomunikasi bukan menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan. Melalui pendekatan yang tepat, proses potong rambut dapat berlangsung dengan nyaman dan memberikan pengalaman positif bagi kedua pihak.

Melalui program Paradaya Movement 2.0, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa mendorong pengembangan keterampilan, kemandirian, dan kesempatan berkarya yang lebih inklusif. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berlanjut melalui praktik kerja dan kontribusi nyata kepada masyarakat.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *