Mitigasi Untuk Meminimalisir Insiden Electric Vehicle di Jalan Tol Harus Dilakukan Secara Rutin oleh Pengguna Kendaraan Listrik

PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan jalan tol seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik (_Electric Vehicle/EV_) di Indonesia.

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan jalan tol seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik (_Electric Vehicle/EV_) di Indonesia. Mengingat karakteristik kendaraan listrik yang berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), diperlukan pemahaman dan penanganan khusus dengan tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan.

Dalam kegiatan Komunitas & Media Gathering Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) yang diselenggarakan oleh Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) pada Sabtu (24/1), Operation Controlling and Evaluation Department Head PT JMTO, Citra Maharani, menyampaikan bahwa kesiapan dan kondisi kendaraan menjadi faktor utama dalam keselamatan berkendara. Sama seperti kendaraan BBM, kendaraan listrik juga wajib menjalani pemeliharaan secara rutin guna meminimalisir potensi gangguan perjalanan.

Bacaan Lainnya

Citra menjelaskan bahwa peran petugas di lapangan juga sangat krusial, khususnya dalam menangani kendaraan yang mengalami gangguan teknis maupun terlibat kecelakaan dengan tingkat kerusakan berat. Dalam kondisi tersebut, prioritas petugas adalah mengamankan pengguna jalan dan kendaraannya, melokalisir lokasi kejadian agar tidak berdampak pada pengguna jalan lain, serta menjaga kelancaran arus lalu lintas.

JMTO memastikan bahwa petugas selalu siap siaga dan senang hati dalam membantu penanganan gangguan perjalanan, termasuk pada kejadian khusus yang membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait. Dalam pelaksanaannya, petugas JMTO didukung dengan peralatan khusus, termasuk untuk evakuasi korban yang terperangkap di dalam kendaraan.

Terkait kesiapan tersebut, JMTO secara konsisten melaksanakan pelatihan rutin bagi petugas. Pelatihan ini mencakup pemahaman anatomi kendaraan, prosedur evakuasi korban kecelakaan, pertolongan pertama, hingga penanganan kebakaran kendaraan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tindakan penanganan insiden dapat dilakukan secara tepat dan aman.

“JMTO secara konsisten melakukan kegiatan pelatihan rutin yang tujuannya agar pengetahuan dan kemampuan petugas terus meningkat. Misalnya tentang pentingnya mengetahui anatomi kendaraan sehingga dalam rangka penanganan kejadian khusus, evakuasi korban kecelakaan yang terperangkap di dalam kendaraannya, cara-cara melakukan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan, serta penanganan kendaraan yang kebakaran dapat dilakukan dengan penanganan yang tepat, aman dan sesuai prosedur,” ujar Citra Maharani.

Berdasarkan hasil evaluasi data JMTO, persentase kecelakaan kendaraan listrik di jalan tol sepanjang tahun 2025 tercatat relatif kecil, yakni sekitar 2 persen dari total kecelakaan. Sementara itu, gangguan kendaraan listrik yang membutuhkan layanan penderekan hanya sekitar 1 persen dari total gangguan kendaraan, dengan penyebab terbanyak didominasi oleh kendaraan mogok dan pecah ban.

Untuk memastikan penanganan gangguan perjalanan dilakukan secara optimal, JMTO juga menerapkan strategi dengan pendekatan 3E+1C, meliputi _Engineering_, _Education_, _Law Enforcement_, dan _Customer Service_. Pendekatan ini diimplementasikan melalui berbagai program, seperti pemantauan lalu lintas berbasis _smart CCTV_ dan _Incident Management System_, peningkatan kompetensi petugas Mobile Customer Service dan Rescue , sosialisasi keselamatan berkendara, serta pengembangan layanan digital melalui aplikasi TRAVOY dan Call Center 14080.

Citra menambahkan bahwa melalui kesiapan petugas selama 24 jam dan pemanfaatan teknologi yang dimiliki, JMTO berupaya memastikan setiap gangguan kendaraan listrik di jalan tol dapat ditangani secara cepat, aman, terukur dan terkoordinasi.

Ke depan, JMTO akan terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem mitigasi insiden kendaraan listrik guna mendukung ekosistem transportasi yang berkelanjutan, sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan selama berkendara di sepanjang ruas tol Jasa Marga Group. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *