Menag: Statistik Bukan Sekedar Produksi Data, Tapi Ada Amanah

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa pencatatan dan pengolahan data merupakan amanah yang harus dijalankan dengan jujur dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikannya saat Silaturahmi, Konsolidasi, dan Halal Bihalal Badan Pusat Statistik (BPS) se-Indonesia.

Menag mengaitkan peran penting pengelolaan data dengan ajaran Al-Qur’an yang memerintahkan pencatatan secara tertib dan akurat, sebagaimana termuat dalam Surah Al-Baqarah ayat 282 tentang kewajiban mencatat transaksi. Dalam pandangannya, prinsip tersebut menjadi landasan teologis bagi praktik statistik modern.

Bacaan Lainnya

“Jadi ini perintah betapa pentingnya menyimpan data dengan baik, mendata sesuatu secara sempurna. Di dalam statistik, kerjanya bukan hanya membuat atau memproduksi data. Di balik setiap data itu ada amanah. Maka dari itu, di setiap data pasti ada amanah. Pemegang amanah itu harus jujur memegang data tersebut,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Selasa (31/3/2026).

Menurut Menag, sangat penting untuk memiliki data yang akurat. “Perlu dilakukan penyeragaman data, kita simpulkan dengan memberikan sumber data yang paling valid, yang paling menjangkau adalah BPS,” ujar Menag.

Dikatakan Menag, saat ini masih terbatas kesadaran statistik di sektor keagamaan. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan dalam mendorong kebijakan yang berbasis data. “Salah satu kelemahan kita dalam sektor keagamaan ini adalah tidak punya kesadaran statistik. Sumber yang paling valid itu bukan apa kata orang, tapi apa kata angka. Angka itu sangat penting,” kata Menag.

Turut hadir dalam giat ini Kepala BPS Amalia Adininggar, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo, Wakil Menteri kebudayaan Giring Ganesha, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, dan para jajaran BPS. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *