FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai penguatan kepengurusan dan kaderisasi perlu diperkuat di lingkungan majelis taklim, baik pada level kepengurusan maupun keanggotaan. Menag berharap majelis taklim semakin diminati muslimah usia muda, sehingga tidak lagi identik hanya dengan jemaah ibu-ibu senior.
Pesan itu disampaikan Menag saat menerima audiensi Pengurus Pusat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Jakarta.
Menag menyebut, pertumbuhan majelis taklim di Indonesia terus meningkat. Namun, Ia mengingatkan perlunya pembaruan agar gerakan majelis taklim tetap relevan dengan dinamika masyarakat.
Ketua Umum BKMT Syifa Fauziah memaparkan, pada usia BKMT yang memasuki 45 tahun, komposisi jamaah saat ini masih didominasi kelompok usia senior. “Sekitar 85 persen jamaah berusia 50 tahun ke atas. Latar belakangnya beragam, ada ibu rumah tangga, pensiunan, dan yang sudah tidak bekerja,” kata Syifa.
“Mereka tetap produktif, bersemangat, dan ingin memberi manfaat di lingkungannya,” sambungnya.
Syifa juga menjelaskan bahwa jaringan BKMT telah terbentuk hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan ranting, serta menjangkau pembinaan ke berbagai wilayah, termasuk daerah pelosok. Ia menambahkan, penguatan kaderisasi menjadi kebutuhan agar BKMT dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Di beberapa tempat juga keangotaan juga sudah mulai diikuti oleh para ibu muda.
Menag mengapresiasi kontribusi BKMT dalam memperkuat pembinaan umat melalui majelis taklim. Menurutnya, perkembangan majelis taklim di berbagai daerah tidak terlepas dari peran BKMT yang menginspirasi lahirnya majelis taklim baru sekaligus memperluas jangkauan pembinaan keagamaan.
“Kita bangga dengan perkembangan BKMT. Saya sering bertemu anggota-anggota BKMT di daerah. Majelis taklim tumbuh, dan banyak yang terinspirasi dari gerakan BKMT,” ujar Menag.
Pada kesempatan itu, Menag juga menegaskan pentingnya menjaga karakter BKMT sebagai organisasi umat yang inklusif dan independen. Ia mendorong BKMT untuk terus menghadirkan program-program positif yang berdampak luas bagi masyarakat.
Menag juga menegaskan, keberadaan BKMT juga milik umat. Organisasi ini mengakomodasi semuanya dan tetap independent, serta menampilkan lebih banyak program-program positif yang manfaatnya dirasakan luas.
“BKMT harus mengakomodasi semuanya. Kita ingin ada wajah mudanya ikut. Jangan berhenti pada image ‘emak-emak’. Karena BKMT ini milik umat,” kata Menag.
Keterlibatan generasi muda dinilai akan memperkuat kesinambungan organisasi sekaligus memperluas jangkauan pembinaan majelis taklim. Karena itu, ia mendorong penguatan kaderisasi dan penataan struktur kepengurusan agar lebih mengakomodasi partisipasi muslimah muda.
Dalam audiensi tersebut, Menag juga mengapresiasi rencana peringatan Milad BKMT ke-45 yang akan diselenggarakan tahun ini, dengan puncak kegiatan direncanakan pada September 2026. Menag berharap peringatan milad juga berlangsung semarak serta menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas program pembinaan, serta mengokohkan kaderisasi. (San)





