FACEINDONESIA.CO.ID – PT Elnusa Tbk (Elnusa), sebagai bagian dalam Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025.
Melalui penguatan teknologi dan inovasi, perusahaan jasa energi ini terus mempertegas peran strategisnya dalam menjaga keandalan operasi serta keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi nasional.
Capaian positif tersebut tersebar di berbagai lini layanan. Pada segmen geosains, Elnusa menuntaskan survei seismik darat (onshore) seluas 596,6 kilometer persegi untuk mendukung eksplorasi lapangan migas.
Di sektor pengeboran, Modular Rig Elnusa berhasil menyelesaikan pengeboran sembilan sumur di wilayah Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) dengan tingkat efisiensi operasional yang tinggi.
Sementara itu, pada lini well services, Elnusa melakukan pengujian produksi pada 16.130 sumur serta mengoperasikan Hydraulic Workover Unit (HWU) di 160 sumur.
Skala operasi ini krusial untuk menjaga performa produksi di berbagai wilayah kerja Pertamina Group.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menyampaikan bahwa kinerja tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara volume pekerjaan dan kualitas pelaksanaan.
“Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan setiap layanan mampu mendukung peningkatan produksi secara optimal. Kami tidak hanya berfokus pada volume pekerjaan, tetapi juga pada keandalan operasi, efisiensi biaya, dan keselamatan kerja,” ujar Litta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Selain volume pekerjaan, Elnusa menunjukkan performa dalam ketepatan waktu proyek.
Proyek Engineering Blanket di PHE Jambi Merang rampung lima bulan lebih awal, sedangkan proyek EPC Booster Pump selesai empat bulan lebih cepat dari target.
Litta menambahkan, aspek teknologi menjadi pengungkit utama dalam menghadapi dinamika lapangan.
Implementasi Casing While Drilling digunakan untuk meningkatkan efisiensi pengeboran, sementara Chronoflux Technology diterapkan sebagai solusi stimulasi kimia untuk produktivitas sumur.
Elnusa juga menerapkan Dual Velocity String demi optimalisasi produksi.
“Pengembangan dan pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian dari upaya Elnusa dalam menjawab kebutuhan lapangan yang dinamis, sekaligus mendukung strategi peningkatan produksi Pertamina Group,” ungkap Litta.
Secara kumulatif, sepanjang 2025 Elnusa merealisasikan Cementing Services (CMT) pada 453 sumur, Coiled Tubing Services (CTS) pada 875 sumur, serta 1.298 pekerjaan wireline logging.
Guna menjaga integritas fasilitas, dilakukan pula inline inspection pada delapan jalur pipa di wilayah Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Melalui layanan hulu migas yang terintegrasi, Elnusa berkomitmen mendukung target pemerintah mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD).
Semangat tersebut dituangkan dalam tema perusahaan tahun ini, “Rediscover Technology and Innovation Edge”, sebagai bentuk kontribusi pada ketahanan energi nasional. (San)





