Kesan Warga Sekolah atas Program Revitalisasi 14 Satuan Pendidikan

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Guru SMAS Al-Islam Nurul Maad, Astriani, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan revitalisasi berupa lima ruangan baru, yaitu laboratorium IPA, laboratorium komputer, UKS, ruang BK, serta toilet. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu dan pihak sekolah telah merencanakan untuk memanfaatkannya secara maksimal.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Kemendikdasmen sudah memberikan kami kesempatan untuk bisa mendapatkan bantuan yang luar biasa ini. Mudah-mudahan fasilitas ini dapat kami manfaatkan sebaik mungkin agar siswa-siswi kami mampu bersaing,” ungkap Astriani.

Bacaan Lainnya

Hal senada disampaikan oleh siswa SMAS Al-Islam Nurul Maad, Ali Zubaidi. Ia mengaku fasilitas sekolah sebelumnya masih terbatas, sehingga revitalisasi ini sangat berarti bagi para siswa. “Sejak ada revitalisasi ini, kami sangat terbantu. Fasilitas jadi lebih lengkap dan sistem belajar kami jadi lebih mudah,” ujarnya.

Kepala SD Negeri Belitung Selatan 2 Banjarmasin, Emha Ridha, menjelaskan bahwa sekolahnya menerima bantuan berupa pembangunan ruang administrasi baru, toilet baru, dan rehabilitasi toilet. Ia menyebut antusiasme murid terlihat jelas, terutama terhadap fasilitas toilet yang kini jauh lebih layak. “Sekarang toiletnya bersih, terang, dan aman. Anak-anak jadi tidak takut lagi menggunakannya,” jelasnya.

Sementara itu, siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin, Muhammad Akmal Anwari, mengapresiasi bantuan rehabilitasi ruang kelas dan penambahan ruang belajar di sekolahnya yang sebelumnya kerap terdampak banjir. “Terima kasih karena kenyamanan kami untuk belajar diperhatikan sekali. Dengan adanya revitalisasi ini, kita jadi lebih nyaman untuk mempelajari apa yang kita butuhkan dalam kehidupan,” tuturnya.

Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran di berbagai daerah. Pemerintah berharap, perbaikan sarana pendidikan ini dapat menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh peserta didik di Indonesia. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *