FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memastikan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional tetap berada dalam kondisi terkendali meski menghadapi tekanan dari dinamika global, terutama terkait kenaikan harga bahan baku.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga bahan baku dunia serta memperkuat koordinasi dengan pelaku industri untuk menjaga kelancaran pasokan dan rantai distribusi.
Kenaikan harga bahan baku berbasis energi menjadi tantangan utama. Beberapa komoditas penting seperti bahan petrokimia mengalami lonjakan signifikan, yang berdampak langsung pada biaya produksi dari hulu hingga hilir industri tekstil.
Meski demikian, pelaku industri dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut. Berbagai strategi dilakukan, mulai dari pengelolaan stok, efisiensi produksi, hingga penyesuaian pola pengadaan bahan baku agar operasional tetap berjalan.
Di sisi lain, pemanfaatan bahan baku alternatif dari dalam negeri, seperti serat rayon, menjadi salah satu solusi untuk menjaga daya saing sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Langkah ini juga dinilai mampu memperkuat struktur industri tekstil nasional dalam jangka panjang.
Permintaan pasar domestik yang masih stabil turut menjadi penopang industri, sementara peluang ekspor tetap terbuka seiring perubahan kondisi di negara pesaing.
Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pengembangan sistem pemantauan industri berbasis data secara real-time serta kajian pemberian insentif bagi bahan baku strategis. Selain itu, kebijakan terkait energi dan perdagangan akan terus diselaraskan guna memastikan keberlanjutan industri.
Dengan berbagai upaya tersebut, industri TPT nasional diharapkan tetap tumbuh dan semakin tangguh menghadapi tantangan global ke depan. (San)





