FACEINDONESIA.CO.ID-Kementerian Pariwisata menyalurkan bantuan pemulihan usaha bagi masyarakat Dusun Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak kebakaran pada 22 Agustus 2026.
Bantuan tersebut diarahkan untuk memulihkan mata pencaharian warga agar aktivitas ekonomi dan pariwisata di Sade kembali bergerak di tengah proses rekonstruksi kawasan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pemulihan pascakebakaran tidak cukup hanya dengan membangun kembali fasilitas fisik. Kehidupan dan penghidupan masyarakat juga harus segera dipulihkan.
“Bangunan fisik Sade sedang dibangun kembali melalui semangat gotong royong yang sangat kuat. Tetapi pada saat yang sama, ekonomi masyarakat juga harus terus bergerak. Karena itu, bantuan Kementerian Pariwisata kami arahkan terutama untuk membantu warga kembali bekerja, kembali memproduksi, dan kembali memperoleh penghasilan,” kata Widiyanti dalam acara simbolis penyerahan bantuan Desa Sade di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Bantuan usaha dan alat kerja yang disalurkan mencapai Rp817,5 juta. Rinciannya, 15 unit alat tenun gedogan senilai Rp52,5 juta, modal kerja untuk 69 UMKM sebesar Rp517,5 juta, 70 paket bahan baku tenun senilai Rp140 juta, serta 43 paket alat kerajinan non-tenun senilai Rp107,5 juta.
Selain bantuan usaha, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penguatan kapasitas pemandu lokal, terutama terkait keselamatan, penyampaian informasi selama rekonstruksi, dan pelayanan wisata.
Dukungan lainnya berupa promosi dan relaunching aktivitas wisata Sade selama dan setelah rekonstruksi, penyusunan katalog produk, penguatan branding produk Sade, serta pemasaran digital. Total keseluruhan dukungan tersebut mencapai Rp1 miliar.
Sade Dibangun Lebih Tangguh
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi NTB Lalu Faozal mengatakan, proses pembangunan kembali Sade telah dimulai dengan memperhatikan sejumlah aspek penting.
Rekonstruksi antara lain mencakup ketersediaan alat pemadam kebakaran, penataan jalur listrik bawah tanah, serta perbaikan sanitasi dan drainase.
Langkah tersebut diharapkan membuat Sade tidak hanya kembali seperti sebelumnya, tetapi juga lebih tangguh menghadapi risiko bencana, tanpa menghilangkan karakter dan identitas budaya masyarakat Sasak.
Pemulihan Sade telah menjadi perhatian pemerintah sejak akhir Agustus 2026. Saat berkunjung pada 27 Agustus 2026, Menteri Pariwisata meninjau kawasan terdampak dan berdialog langsung dengan masyarakat.
Kepala Dusun Sade Endap mengatakan, musyawarah warga terdampak telah menghasilkan komitmen agar proses rekonstruksi menjadi momentum membangun Sade yang lebih baik.
Menurutnya, Sade yang lebih baik tidak hanya berarti bangunan yang lebih aman, tetapi juga tata kelola destinasi yang semakin baik. Dengan demikian, Sade tetap menjadi ruang hidup masyarakat sekaligus destinasi wisata budaya yang berkelanjutan.
Bantuan Diharapkan Hidupkan Kembali Ekonomi Warga
Ketua Pokdarwis Dusun Sade Sanah Ardinata mengapresiasi perhatian Menteri Pariwisata sejak terjadinya kebakaran hingga tahap pemulihan ekonomi masyarakat.
“Hari ini kami kembali menerima bantuan agar kami dapat berusaha dan ekonomi masyarakat bisa hidup kembali. Senangnya kami bertambah-tambah. Matur Agung Tampi Asih,” ujar Sanah.
Menteri Pariwisata berharap bantuan tersebut menjadi jembatan dari fase tanggap darurat menuju rekonstruksi dan kebangkitan kembali aktivitas ekonomi serta pariwisata Sade.
“Kita ingin Sade kembali hidup, kembali menerima wisatawan, dan kembali menjadi tempat masyarakat mencari penghidupan. Tetapi yang paling penting, Sade harus bangkit tanpa kehilangan karakter dan jati dirinya,” kata Widiyanti.
Pemulihan Sade dilakukan bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan berbagai mitra. Pemerintah memastikan masyarakat menjadi bagian utama dalam proses pemulihan dengan tetap menjaga nilai budaya, kearifan lokal, serta autentisitas arsitektur tradisional Sasak.(ZID)






