Kemendikdasmen Dorong Pemanfaatan IFP, Menkeu Purbaya Dukung Perluasan

FACEINDONESIA.CO.ID-Pemanfaatan Papan Interaktif Digital/_Interactive Flat Panel_ (PID/IFP) di ruang kelas mendapatkan dukungan langsung dari Menteri Keuangan, Purbaya. Dukungan itu diberikan setelah melihat manfaat PID sekaligus pentingnya penguatan konten pembelajaran melalui Rumah Pendidikan. Saat peninjauan yang dilakukan secara mendadak oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat ke SMAN 68 Jakarta dan SMPN 216 Jakarta, keduanya melihat langsung penggunaan PID dalam proses pembelajaran sekaligus meninjau pemanfaatan perangkat digital yang menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperkuat digitalisasi pembelajaran.

Wamendikdasmen Atip mengatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya memberikan dua perhatian dari hasil peninjauan tersebut, yakni manfaat IFP bagi pembelajaran serta kualitas konten yang disiapkan melalui Rumah Pendidikan. “Saya bersama dengan Menteri Keuangan meninjau pengoperasian PID di SMA Negeri 68 Jakarta dan SMA Negeri 216 Jakarta. Tadi kami dengan Pak Menteri Keuangan melihat langsung penggunaan dari PID dan Pak Menteri Keuangan memberikan dua hal ya,” ujar Atip di SMP 216 Jakarta, pada Selasa (11/8).

Bacaan Lainnya

Menurut Atip, Menteri Keuangan melihat IFP memberikan manfaat bagi pembelajaran dan mendukung agar jumlah perangkat tersebut terus ditingkatkan. “Yang pertama, beliau melihat bahwa PID ini sangat bermanfaat sekali, kata beliau. Dan beliau setuju ini harus terus ditingkatkan jumlahnya, ditambah jumlahnya, berarti anggarannya juga ditambah. Karena beliau sudah melihat sendiri sangat bermanfaat,” kata Atip.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Purbaya memberikan perhatian juga terhadap konten pembelajaran. Menkeu menilai, “Konten yang disiapkan melalui Rumah Pendidikan sudah sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar keberadaan PID dapat dimanfaatkan secara optimal”.

Selepas kunjungan, Wamen Atip menyampaikan bahwa Kemendikdasmen akan terus meningkatkan konten pembelajaran yang dapat dimanfaatkan melalui IFP. Penguatan perangkat dan konten dilakukan secara beriringan agar digitalisasi pembelajaran memberikan manfaat nyata bagi guru dan murid. “Oleh karena itu, dari hasil kunjungan ini, maka bagi Kementerian khususnya, akan terus meningkatkan konten pembelajaran,” ujarnya.

Ke depan, Kemendikdasmen mendorong percepatan pemanfaatan IFP hingga terwujud satu perangkat untuk setiap kelas. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap pembelajaran berbasis teknologi di satuan pendidikan.

Dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya setelah melihat langsung pemanfaatan IFP di sekolah. Ia mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan anggaran yang telah dibelanjakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat.

“Saya cek tadi SMAN 68 Jakarta sampe SMPN 216 Jakarta terkait penggunaan Papan Interaktif Digital, saya hanya lihat aja atau denger cerita dari Pak Presiden itu berguna. Sebagai Menteri keuangan saya ingin cek apakah betul uang yang kita belanjakan itu berguna,” ujar Purbaya.

Setelah melihat langsung penggunaannya, Menteri Keuangan, Purbaya, menilai IFP dapat membantu mempercepat proses pembelajaran apabila digunakan secara konsisten. “Karena setelah saya lihat emang bagus sekali PID itu. Saya pikir kalau dipakai dengan konsisten bisa mempercepat edukasi ke murid-murid di SMP, SMA, SD dan lain-lain ya,” katanya.

Meski demikian, jumlah perangkat yang tersedia saat ini dinilai masih perlu ditambah. Menteri Purbaya mendorong pemenuhan kebutuhan tersebut secara bertahap hingga mencapai kondisi ideal. “Cuma kelihatannya jumlahnya emang masih kurang banyak. Saya pikir itu perlu diwujudkan dan tahun-tahun kedepannya harus ditambah lagi,” ujar Purbaya saat ditemui di SMP 216 Jakarta, pada Selasa (11/8).

Ia menilai kebutuhan satu perangkat untuk setiap kelas menjadi penting karena pada jenjang SMP dan SMA terdapat kelas paralel.

Purbaya menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan program IFP sekaligus kesiapan pemerintah dalam menyediakan anggaran sesuai arahan Presiden.

“Jadi ini program yang bagus, yang wajib dilanjutkan menurut saya. Keuangan siap menyediakan anggaran sesuai dengan perintah Bapak Presiden,” tegasnya.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *