Kemendikdasmen dan TNI Percepat Renovasi 190 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Kemendikdasmen bersama TNI AD dan pemerintah daerah mempercepat rehabilitasi serta rekonstruksi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan aman dan nyaman bagi para siswa.

Saat meninjau progres pembangunan sekolah di Aceh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta TNI AD yang terlibat dalam percepatan pemulihan fasilitas pendidikan.

Bacaan Lainnya

Menurut Mu’ti, pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah yang terdampak bencana dapat kembali digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Sementara itu, sekolah yang masih dalam proses pembangunan maupun relokasi telah difasilitasi ruang kelas darurat agar pembelajaran tetap berlangsung.

Salah satu sekolah yang sedang direhabilitasi adalah SD Negeri Utue. Sekolah yang berdiri sejak 1984 tersebut mengalami kerusakan pada ruang kelas, plafon, toilet, serta sistem drainase yang menyebabkan genangan saat hujan.

Pada tahun 2026, SD Negeri Utue memperoleh anggaran sebesar Rp1,83 miliar untuk rehabilitasi tujuh ruang kelas, satu perpustakaan, dua ruang administrasi, pembangunan toilet dan sanitasi, pengadaan perabot sekolah, serta penataan lingkungan.

Komandan Pelaksana Rehabilitasi, Letkol Inf Arino Vranta Sinurat, menjelaskan bahwa SD Negeri Utue merupakan bagian dari program rehabilitasi 190 sekolah terdampak bencana di Aceh. Pekerjaan dilakukan melalui pola swakelola yang melibatkan tenaga tukang sipil dan personel TNI agar pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat waktu.

Kepala SD Negeri Utue, Suwarni, menyambut baik proses rehabilitasi tersebut. Ia mengungkapkan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung karena pekerjaan dilakukan secara bertahap tanpa harus memindahkan seluruh siswa ke lokasi lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengatakan hasil verifikasi menunjukkan terdapat 2.920 sekolah terdampak bencana di Aceh. Dari jumlah tersebut, 188 sekolah mengalami kerusakan berat dan 63 sekolah harus direlokasi.

Ia menegaskan penggunaan ruang kelas darurat bukan berarti sekolah belum ditangani, melainkan karena proses revitalisasi masih berjalan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung sambil pembangunan diselesaikan.

Melalui kolaborasi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan TNI AD, rehabilitasi sekolah di Aceh diharapkan mampu menghadirkan kembali lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi ribuan siswa pascabencana.

Para siswa SD Negeri Utue juga menyambut antusias proses renovasi yang sedang berlangsung.

Mereka berharap segera dapat menempati ruang kelas baru yang lebih nyaman untuk mendukung kegiatan belajar dan meraih cita-cita mereka.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *