Kemenag Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Sekolah Luar Biasa

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Kebahagiaan berbuka puasa dirasakan semua, tidak terkecuali keluarga Sekolah Luar Biasa (SLB). Hal ini nampak dalam Khotmul Qur’an, Tausiah dan Buka Puasa Bersama Ibu Menteri Agama, Siswa SLB, Guru PAI pada SLB dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Bandung.

Kegiatan yang digelar Direktorat Pendidikan Agama Islam Kemenag ini berlangsung di Masjid Ibnu Umi Maktum, komplek Sentra Wyata Guna, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026). Acara ini hasil kerja sama dengan Sentra Wyata Guna Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan SLB-SLB di Kota Bandung.

Bacaan Lainnya

Direktur Pendidikan Islam, M. Munir menegaskan bahwa Direktorat Pendidikan Agama Islam memiliki tugas dan fungsi melakukan bimbingan di bidang Pendidikan Agama Islam pada sekolah (PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK), baik itu untuk siswa-siswi maupun guru PAI, termasuk mereka yang berada di Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Kegiatan ini melibatkan 300 siswa-siswi sekolah, yakni Sekolah Luar Biasa  (SLB) dan juga 200 guru PAI pada SLB se-Bandung Raya serta 200 anggota PERTUNI. Siswa-siswi SLB ini adalah siswa-siswi yang diberi keistimewaan dan kekhususan oleh Allah Swt. Dan oleh sebab itu, perlu mendapatkan perhatian,” jelas M Munir.

“Guru-guru PAI pada SLB juga ada yang difabel dan juga tidak. Mereka juga tergolong istimewa sebab memiliki kesabaran, kekuatan dan kapabilitas yang ekstra dalam menemani dan mendidik siswa-siswi SLB,” sambungnya.

Kegiatan ini dihadiri Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhma, istri Menteri Agama Nasaruddin Umar.  Helmi menyampaikan, kegiatan Ramadan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, khususnya bagi para siswa berkebutuhan khusus.

“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kepedulian kepada sesama, terutama kepada anak-anak yang memiliki keistimewaan,” ujarnya.

Menurutnya, siswa-siswi SLB merupakan anak-anak istimewa yang membutuhkan perhatian serta dukungan dari berbagai pihak agar dapat terus berkembang.

“Mereka adalah anak-anak yang memiliki kekhususan sekaligus keistimewaan dari Allah SWT. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan yang sama kepada mereka,” ucapnya.

Selain menyampaikan dukungan kepada siswa-siswi SLB dan juga guru-guru PAI pada SLB, Helmi juga berdialog dengan mereka dan memberikan bingkisan lebaran. Pada kesempatan yang sama, Direktorat PAI juga memberikan apresiasi berupa uang pembinaan bagi anggota yang telah menjadi juara pada Semarak Ramadan Pertuni DPC Kota Bandung. Selain itu, Kemenag juga memberikan dua set Al-Qur’an Braile kepada Guru PAI dan Pertuni.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Sinarliati Kamaruddin Amin, Staf  Khusus Menteri Agama, Faried F. Saenong dan juga Ketua Sentra Wyata Guna, Feri Afrianto, S.Psi dan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama.

Kegiatan ini diakhiri dengan Tausiyah yang disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama, Faried F. Saenong. Dalam tausiyahnya, Faried menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. sangat mencintai sahabat-sahabatnya yang difable, memberikan perhatian khusus dan memanggil mereka dengan panggilan yang penuh kasih sayang. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *