KAI Targetkan B50 Kurangi Emisi 133.676 Ton CO₂e

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadikan penggunaan biodiesel B50 sebagai program utama dalam roadmap dekarbonisasi perusahaan. Dari total target pengurangan emisi sebesar 166.873 ton CO₂e, penerapan B50 ditargetkan menyumbang reduksi 133.676 ton CO₂e atau sekitar 80 persen.

Implementasi B50 dilakukan secara bertahap sejak 1 Juli 2026 pada sarana diesel KAI. Bahan bakar ini memiliki kandungan 50 persen biodiesel berbasis nabati dan 50 persen diesel, sebagai bagian dari upaya transisi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Bacaan Lainnya

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, B50 menjadi program dengan kontribusi terbesar dalam agenda dekarbonisasi KAI.

“B50 menjadi program dekarbonisasi dengan kontribusi terbesar dalam roadmap KAI. Target reduksinya mencapai 133.676 ton CO₂e. Karena porsinya besar, implementasinya kami jalankan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kesiapan sarana, kualitas bahan bakar, keselamatan, dan keandalan operasi,” ujar Anne.

Menurutnya, penggunaan B50 penting karena operasional kereta api masih membutuhkan bahan bakar untuk lokomotif dan sarana diesel di sejumlah lintas. Data internal KAI per 24 Agustus 2026 mencatat penggunaan BBM subsidi untuk KA penumpang mencapai sekitar 129,64 juta liter. BBM juga digunakan untuk mendukung angkutan parcel, peti kemas, klinker, dan semen.

KAI tidak hanya berfokus pada pergantian jenis bahan bakar, tetapi juga memastikan penerapannya dapat mendukung operasional secara optimal. Evaluasi dilakukan terhadap performa mesin, kualitas pembakaran, sistem penyaringan, pola perawatan, hingga stabilitas operasi.

“Transisi energi di sektor transportasi harus berjalan berdampingan dengan keandalan layanan. Karena itu, setiap perubahan pada bahan bakar harus melalui pengujian dan evaluasi teknis agar manfaat lingkungan tetap sejalan dengan keselamatan dan kesiapan perjalanan,” jelas Anne.

Penggunaan B50 menjadi bagian dari strategi keberlanjutan KAI yang mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi, serta optimalisasi penggunaan sumber daya.

KAI menilai biodiesel memiliki nilai strategis karena dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung pemanfaatan energi domestik. Penerapannya pada jaringan kereta api juga memiliki dampak cukup besar mengingat bahan bakar digunakan secara rutin untuk perjalanan penumpang dan angkutan barang di berbagai wilayah.

“Arah dekarbonisasi KAI adalah mengurangi emisi dari sumber yang paling besar kontribusinya terhadap operasional. Karena itu, B50 menjadi salah satu program utama yang terus kami ukur dari sisi dampak emisi, kesiapan teknis, dan efektivitas operasional,” tutup Anne.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *