KAI Group Layani 760 Ribu Wisatawan Asing hingga Agustus 2026

FACEINDONESIA.CO.ID: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 760.601 warga negara asing (WNA) menggunakan layanan KAI Group sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 498.232 pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal serta 262.369 penumpang kereta cepat Whoosh.

Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 10.578.286 kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari–Agustus 2026, naik sekitar 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 10.037.876 kunjungan. Khusus Agustus 2026, kunjungan wisman mencapai 1,60 juta.

Bacaan Lainnya

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan asing turut membuka peluang perjalanan antarkota menggunakan transportasi berbasis rel.

“Lebih dari 760 ribu WNA menggunakan layanan KAI Group hingga Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa setelah tiba di Indonesia, perjalanan wisatawan berlanjut ke berbagai kota dengan kereta api maupun Whoosh. Mobilitas ini menjadi bagian penting dari perjalanan mereka menjelajahi destinasi di Indonesia,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).

Pada layanan kereta api jarak jauh dan lokal, KAI melayani 498.232 pelanggan WNA selama Januari–Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 3,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 479.861 pelanggan.

Capaian ini menjadi yang tertinggi untuk periode Januari–Agustus dalam lima tahun terakhir. Jumlah pelanggan WNA tercatat sebanyak 170.094 pada 2022, meningkat menjadi 383.732 pada 2023, kemudian 447.655 pada 2024, 479.861 pada 2025, dan mencapai 498.232 pada 2026.

Dibandingkan periode Januari–Agustus 2022, jumlah pelanggan WNA pada 2026 bertambah 328.138 pelanggan atau tumbuh 192,92 persen. Dengan demikian, volumenya hampir tiga kali lipat dalam empat tahun.

“Pertumbuhannya terlihat jelas dalam rentang beberapa tahun. Dari sekitar 170 ribu pelanggan WNA pada delapan bulan pertama 2022, jumlahnya kini mendekati setengah juta. Ini menunjukkan kereta api semakin banyak masuk dalam pilihan perjalanan wisatawan asing dari satu kota ke kota lainnya,” kata Anne.

Secara tahunan, KAI melayani 300.708 pelanggan WNA pada 2022, sebanyak 580.995 pelanggan pada 2023, 669.226 pelanggan pada 2024, dan 694.123 pelanggan pada 2025. Tahun lalu menjadi volume tahunan tertinggi dalam periode tersebut.

Yogyakarta Jadi Tujuan dengan Aktivitas WNA Tertinggi

Data KAI menunjukkan Stasiun Yogyakarta mencatat aktivitas pelanggan WNA tertinggi selama Januari–Agustus 2026, yakni 93.189 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Gambir sebanyak 84.011 pelanggan, Bandung 45.400 pelanggan, Pasarsenen 25.080 pelanggan, dan Surabaya Gubeng 24.543 pelanggan.

Selanjutnya, Stasiun Semarang Tawang mencatat 18.032 pelanggan WNA, Malang 17.391 pelanggan, Probolinggo 12.148 pelanggan, Surabaya Pasar Turi 11.491 pelanggan, dan Solo Balapan 10.158 pelanggan.

Sebaran tersebut menggambarkan mobilitas wisatawan asing melalui berbagai kota dengan karakter destinasi yang beragam. Jakarta menjadi salah satu titik perjalanan, disusul aktivitas di Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, hingga Probolinggo.

BPS juga mencatat pertumbuhan kunjungan wisman pada Agustus 2026 dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya dari sejumlah kawasan. Pertumbuhan tertinggi berasal dari Afrika sebesar 14,78 persen, ASEAN 10,40 persen, Oseania 7,95 persen, Amerika 7,31 persen, Asia selain ASEAN 6,83 persen, dan Timur Tengah 2,86 persen. Sementara itu, kunjungan dari Eropa turun 3,07 persen.

“Data nasional menunjukkan wisatawan datang dari berbagai kawasan dunia, sementara data KAI menunjukkan perjalanan mereka kemudian tersebar ke banyak kota. Pola tersebut memberi gambaran bahwa transportasi antarkota memiliki peran yang semakin relevan dalam rangkaian perjalanan wisatawan selama berada di Indonesia,” ujar Anne.

Tren peningkatan pelanggan WNA juga terlihat pada Semester I 2026. KAI melayani 308.874 pelanggan asing, naik 2,54 persen dibandingkan 301.219 pelanggan pada Semester I 2025.

Pada Juli 2026, jumlah pelanggan WNA mencapai 96.940 orang, menjadi angka bulanan tertinggi sepanjang Januari–Agustus tahun ini. Sementara pada Agustus 2026, jumlahnya tercatat sebanyak 92.418 pelanggan.

Whoosh Angkut 262 Ribu Penumpang Asing

Selain kereta api jarak jauh dan lokal, layanan kereta cepat Whoosh juga menjadi pilihan perjalanan wisatawan asing. Sepanjang Januari–Agustus 2026, Whoosh melayani 262.369 penumpang WNA.

Sejak mulai beroperasi pada 2023 hingga Agustus 2026, Whoosh secara kumulatif telah melayani 944.087 penumpang asing. Jumlah tersebut terdiri dari 28.906 penumpang pada 2023, 251.525 penumpang pada 2024, 401.287 penumpang pada 2025, serta 262.369 penumpang selama Januari–Agustus 2026.

Berdasarkan negara asal, Malaysia menjadi penyumbang penumpang WNA Whoosh terbesar sejak Oktober 2023 hingga Agustus 2026, dengan 403.626 penumpang. Berikutnya adalah Singapura sebanyak 113.356 penumpang, Tiongkok 81.971 penumpang, Jepang 45.046 penumpang, dan Korea Selatan 30.888 penumpang.

“Pada lintas Jakarta–Bandung, Whoosh memberikan pilihan perjalanan dengan waktu tempuh yang singkat. Sementara melalui KA jarak jauh dan lokal, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Kombinasi pilihan perjalanan tersebut memberi wisatawan lebih banyak alternatif untuk menyusun perjalanan selama berada di Indonesia,” jelas Anne.

Peningkatan jumlah wisatawan asing yang menggunakan kereta api turut menjadi bagian dari pertumbuhan mobilitas KAI Group secara keseluruhan. Sepanjang Januari–Agustus 2026, KAI Group melayani 351.602.397 pelanggan, meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 328.311.868 pelanggan.

Anne menegaskan, KAI Group akan terus menjaga kualitas pelayanan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di berbagai daerah.

“Ketika pariwisata Indonesia tumbuh, perjalanan wisatawan juga bergerak semakin luas. KAI Group akan terus menjaga layanan yang aman, nyaman, dan mudah digunakan agar transportasi berbasis rel dapat mendukung perjalanan wisatawan menuju semakin banyak destinasi di Indonesia,” tutup Anne.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *