KA Rajabasa Jadi Andalan Mobilitas Masyarakat di Sumatra Bagian Selatan saat Lebaran 2026

Dok.PT KAI

Masuk Top 10 Kereta Api Favorit Nasional, Penjualan Tiket Tembus 53.720 Pelanggan

FACEINDONESIA.CO.ID – KA Rajabasa terus memperlihatkan peran pentingnya sebagai tulang punggung layanan kereta api di wilayah Sumatra bagian selatan. Melayani relasi Tanjungkarang–Kertapati pulang pergi, kereta api ini menjadi andalan masyarakat Lampung dan Sumatra Selatan karena menawarkan perjalanan antardaerah dengan tarif terjangkau, kapasitas memadai, serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian maupun musiman, termasuk pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Bacaan Lainnya

Peran tersebut tercermin dari tingginya minat masyarakat terhadap KA Rajabasa sepanjang periode Angkutan Lebaran. Relasi Tanjungkarang–Kertapati bahkan tercatat sebagai salah satu kereta jarak jauh favorit yang masuk dalam top 10 nasional. Capaian ini menempatkan KA Rajabasa sebagai satu-satunya kereta api di Sumatra yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar relasi favorit nasional.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari angka pemesanan tiket. Hingga 20 Maret 2026 pukul 10.30 WIB, penjualan tiket KA Rajabasa (S7) relasi Kertapati–Tanjungkarang mencapai 26.481 pelanggan. Sementara itu, KA Rajabasa (S8) relasi Tanjungkarang–Kertapati mencatat penjualan 27.239 pelanggan. Dengan demikian, total penjualan tiket untuk kedua arah pada periode 11 Maret sampai 1 April 2026 telah mencapai 53.720 pelanggan.

Tingginya penjualan tersebut menunjukkan bahwa KA Rajabasa menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan lintas provinsi di Sumatra bagian selatan selama musim mudik. Saat kebutuhan perjalanan meningkat menjelang Lebaran, kereta api ini memberi solusi transportasi massal yang efisien, aman, nyaman, dan tetap terjangkau bagi masyarakat yang bepergian antara Bandar Lampung dan Palembang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tingginya minat terhadap KA Rajabasa menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatra bagian selatan, terutama pada periode mudik Lebaran.

“KA Rajabasa memiliki posisi yang sangat penting dalam melayani mobilitas masyarakat di Sumatra bagian selatan. Tingginya minat pelanggan menunjukkan kereta api ini menjadi andalan untuk perjalanan antarkota dengan tarif yang terjangkau, kapasitas yang memadai, serta layanan yang terus dijaga agar tetap aman dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Anne.

Kinerja layanan ini juga terlihat dari jumlah pelanggan yang telah dilayani selama masa Angkutan Lebaran. Pada periode 11 Maret hingga 19 Maret 2026, KA Rajabasa telah melayani 22.671 pelanggan untuk relasi Tanjungkarang–Kertapati pulang pergi. Angka ini menunjukkan bahwa pergerakan masyarakat melalui jalur kereta api di koridor tersebut terus tumbuh seiring dimulainya arus mudik lebih awal.

Untuk mendukung tingginya mobilitas tersebut, saat ini operasional KA Rajabasa didukung delapan rangkaian. Dukungan sarana ini penting untuk menjaga keandalan layanan pada salah satu koridor perjalanan utama di Sumatra bagian selatan. KA Rajabasa menjadi penghubung penting antara Bandar Lampung dan Palembang yang terus dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Sebagai layanan kereta ekonomi AC bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO), KA Rajabasa memberi manfaat besar dari sisi aksesibilitas. Dengan tarif berkisar Rp29.000 sampai Rp32.000, masyarakat dapat menikmati perjalanan jarak jauh dengan biaya yang terjangkau. Tarif tersebut membuat KA Rajabasa semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama pekerja, pelajar, keluarga, dan para pemudik yang membutuhkan moda transportasi hemat.

Dalam masa Angkutan Lebaran 2026, kehadiran KA Rajabasa berperan penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Sumatra. Layanan ini memperkuat konektivitas antarkota, memperluas akses perjalanan, serta membantu melayani pergerakan penumpang dalam jumlah besar selama periode mudik dan arus balik.

“Bagi masyarakat Sumatra bagian selatan, KA Rajabasa merupakan layanan yang lekat dengan kebutuhan perjalanan sehari-hari. Saat Lebaran, perannya semakin terasa karena menjadi pilihan transportasi yang terjangkau,” tutup Anne. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *