HUT ke-74, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Didorong Perkuat Keselamatan dan Keandalan Layanan

Dok.Pelni

FACEINDONESIA.CO.ID – Memasuki usia ke-74 pada Selasa (28/4/2026), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menjadikan momentum ini sebagai titik evaluasi besar untuk meningkatkan keselamatan serta kualitas layanan pelayaran nasional.

Komisaris Independen Pelni, Sosialisman Hidayat Hasibuan, menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Ia meminta seluruh jajaran fokus pada pembenahan nyata, terutama terkait insiden kapal yang masih berulang dalam beberapa tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sejak pertengahan 2024 hingga April 2026, tercatat sekitar 10 insiden yang melibatkan armada Pelni. Peristiwa tersebut mulai dari kebakaran kapal, kandas, hingga kecelakaan yang berujung tenggelamnya kapal.

“Rangkaian kejadian ini harus menjadi alarm serius. Tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden biasa,” ujar Sosialisman.

Ia menilai, masyarakat kini tidak hanya melihat kejadian sebagai musibah, tetapi mulai mempertanyakan efektivitas langkah perbaikan yang dilakukan perusahaan. Jika masalah serupa terus terjadi, kepercayaan publik bisa tergerus.

Di sisi internal, Pelni sebenarnya telah menyiapkan berbagai program peningkatan keselamatan, termasuk target zero accident. Pada 2026, perusahaan mengalokasikan investasi sekitar Rp1,5 triliun untuk 22 program strategis.

Program tersebut mencakup peningkatan pemeriksaan kapal sebelum docking, pembaruan alat keselamatan, hingga perbaikan sistem operasional. Namun, Sosialisman menekankan bahwa keberhasilan tidak diukur dari banyaknya program, melainkan hasil nyata di lapangan.

“Publik hanya ingin tahu satu hal: kapal aman, andal, dan tidak bermasalah berulang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam perawatan armada, seperti keterbatasan fasilitas galangan, keterlambatan pasokan suku cadang, hingga perubahan pekerjaan saat proses perbaikan yang berdampak pada jadwal operasional kapal.

Bahkan, potensi keterlambatan pengadaan suku cadang pada 2026 mencapai sekitar Rp110 miliar dari total anggaran Rp298 miliar. Kondisi ini turut memengaruhi kesiapan operasional, di mana sejumlah kapal sempat tidak berlayar karena perbaikan maupun gangguan teknis.

Sebagai operator pelayaran penugasan negara, Pelni memiliki peran vital dalam konektivitas nasional. Pada 2026, perusahaan mengoperasikan 85 kapal, dengan mayoritas melayani trayek publik melalui skema subsidi pemerintah.

Karena itu, Sosialisman menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem perawatan, efektivitas anggaran, hingga respons terhadap setiap insiden.

“Jangan sampai kuat di perencanaan, tetapi lemah dalam implementasi. Yang utama adalah hasil: keselamatan terjaga dan layanan semakin andal,” pungkasnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *