FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa transformasi etos kerja aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup dilakukan melalui sistem dan kebijakan, tetapi harus diawali dari kebersihan hati setelah menjalani Ramadan. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan dambutan dalam Webinar KORPRI Menyapa ASN yang digelar oleh Korps Pegawai Republik Indonesia.
“Seorang pegawai negeri, ASN, tidak mungkin bisa bekerja produktif kalau ada beban di pundak itu. Apalagi kalau beban itu double, selain beban rasa berdosa. Nah, orang yang terbebani rasa berdosa tidak mungkin menjadi manusia produktif,” ujar Nasaruddin Umar, Kamis (2/4/2026).
Menag menjelaskan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk membersihkan beban spiritual, sementara halalbihalal berfungsi menyelesaikan beban sosial antarsesama manusia.
“Insyaallah hari ini kita akan plong, saling memaafkan satu sama lain di antara kita. Rasa berdosa kita sudah dihapuskan oleh Ramadan, nah sekarang rasa bersalah kita ini difasilitasi melalui KORPRI ini. Kita merdeka sekarang ini halal bihalal, merdeka dari rasa berdosa, merdeka juga dari rasa bersalah,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Menurut Menag, kondisi batin yang bersih menjadi prasyarat penting bagi ASN untuk bekerja secara optimal dan menjalankan transformasi yang diharapkan. Dikatakannya, halal bihalal tidak hanya dimaknai sebagai tradisi, tetapi sebagai sarana membangun kembali hubungan emosional dan rasional antarpegawai.
“Jadi inilah kekuatan halal bihalal, intinya sebetulnya halal bihalal itu silaturahim, menjadi kerja sama emosional dan rasional terhadap kita,” kata Nasaruddin Umar. Dengan terbebaskan kita dari rasa bersalah dan rasa berdosa, maka kita akan menjadi manusia ideal, insan kamil, pasti kita enak melakukan produktivitas. Beban yang membunuh di pundak tidak mungkin melahirkan orang-orang yang ideal,” ujarnya.
Menag mengajak seluruh ASN menjaga hasil pembinaan selama Ramadan agar tetap menjadi energi dalam bekerja sepanjang tahun.
“Energi Ramadan ini mampu tidak bertahan, baterai Ramadan itu yang kita charge sebulan penuh itu pada bulan-bulan berikutnya. Maka itu kita harus saving energi kita,” pungkasnya. (San)





