FACEINDONESIA.CO.ID- Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mendorong pemulihan lingkungan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Awang Bangkal Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melalui program Sedekah Pohon Konservatif. Program ini bertujuan memulihkan kawasan terdampak kebakaran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan dan pengurangan risiko bencana.
Langkah tersebut diawali dengan asesmen wilayah oleh Tim Lingkungan DMC Dompet Dhuafa pada Kamis (17/9/2026). Desa Awang Bangkal Timur menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak karhutla, mulai dari berkurangnya sumber air, pencemaran udara akibat asap, hingga rusaknya lahan produktif milik masyarakat.
Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Awang Bangkal Timur, Ahmad Guntur, mengatakan kebakaran hutan menyebabkan sejumlah sumber mata air berkurang, bahkan sumur warga mengering akibat hilangnya kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan air.
“Adanya kebakaran ini membuat sumber mata air kami berkurang. Itu sudah jadi dampak yang paling utama kami rasakan. Karena sumur-sumur juga sudah pada kering akibat hutan kita yang kini berkurang karena kebakaran. Jadi, serapan airnya habis,” ujar Guntur.
Menurut dia, kepulan asap juga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk kegiatan belajar anak-anak di sekolah. Di tengah keterbatasan air, anggota MPA bersama warga tetap bergotong royong membantu pemadaman kebakaran di sejumlah wilayah, seperti Desa Kiram, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), dan Awang Bangkal Barat.
Dampak karhutla juga dirasakan masyarakat dari sisi ekonomi. Tanaman produktif seperti durian, jengkol, dan petai yang sebelumnya menjadi sumber penghasilan warga ikut terbakar sehingga tidak lagi memberikan hasil seperti sebelumnya.
Guntur menegaskan, masyarakat bersama perangkat desa dan MPA selama ini telah berupaya menjaga kelestarian lingkungan. Namun, kebakaran yang terjadi membuat upaya tersebut menghadapi tantangan besar.
Melalui program Sedekah Pohon Konservatif, DMC Dompet Dhuafa berupaya mendorong penghijauan kembali dengan melibatkan masyarakat setempat. Upaya pemulihan ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mendorong tata kelola hutan dan lahan yang mengakui peran serta pengetahuan masyarakat sebagai penjaga lingkungan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya DMC Dompet Dhuafa memperingati Hari Keadilan Ekologis pada 20 September 2026. Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan International Forestry Students’ Association Local Committee Universitas Lambung Mangkurat (IFSA LC ULM).
Kelompok mahasiswa tersebut aktif menggerakkan kegiatan Sekolah Mengajar di SMAN 2 Karang Intan, Kalimantan Selatan, termasuk edukasi kehutanan, lingkungan, dan penanaman pohon sebagai bagian dari implementasi program Adiwiyata.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian alam sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan bencana dan pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui Sedekah Pohon Konservatif, DMC Dompet Dhuafa menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup dilakukan melalui pemadaman, tetapi perlu dilanjutkan dengan rehabilitasi lingkungan dan penguatan peran masyarakat. Sebab, kelestarian hutan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air, habitat satwa, dan sumber penghidupan warga.(SAN)






