Dari Ebola ke Tuberkulosis

Indonesia masih menjadi pemegang beban tuberkulosis terbanyak ke dua di dunia.

FACEINDONESIA.CO.ID – Pada 23 Mei 2026 menyampaikan presentasi pada peringatan Golden Aniversary Darya Varia, dengan moderator Pak Andi Noya yang kita kenal sebagai host Kick Andy.

Saya mulai presentasi dengan perkembangan situasi Hanta Virus yang kini angka kematiannya 27%. Lalu dilanjutkan dengan Ebola yang kasusnya terus meningkat, yang antara lain saya sampaikan tentang pesawat dari Paris ke Detroit yang harus di alihkan ke Montreal karena ada penumpang yang punya riwayat kunjungan ke Kongo, negara terjangkit Ebola. Ini kurang lebih sejalan dengan tulisan MediaIndonesia.com 23 Mei yang berjudul “AS Larang Masuk Warga dari 3 Negara Afrika akibat Wabah Ebola”.
Juga saya kutip pernyataan Mantan Kepala Center of Diseases Control and Prevention (CDC) yang memperingatkan bahwa Ebola kali ini dapat saja menjadi “a very significant pandemic.” Andi Noya kemudian bertanya pada saya tentang bagaimana kesiapan dunia dan kita untuk menghadapi wabah seperti ini, dan juga kemungkinan pandemi di masa datang yang kita belum tahu kapan dan apa penyakitnya.

Bacaan Lainnya

Di bagian akhir presentasi saya sampaikan bahwa Indonesia masih menjadi pemegang beban tuberkulosis terbanyak ke dua di dunia, dan rupanya Pak Andi Noya juga memberi perhatian pada hal ini. Tentu juga masalah lain seperti kusta kita nomor tiga di dunia dan masalah penyakit lain seperti kecacingan dan campak.

Dalam diskusi kita banyak bahas tentang fenomena pasien kita berobat dan “medical check up” di luar negeri, apa masalahnya dan harapan agar hal ini dapat kita atasi bersama. Pak Andi Noya cukup banyak memberi perspektif kesan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan kita yang saya kira perlu kita dalami dalam kesempatan yang akan datang.

 

Prof Tjandra Yoga Aditama

Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat, Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI, Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025, dan Penerima Penghargaan Penanggulangan TB, PPTI 2026. (Wis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *