Buraq dan Jejak Tambatannya di Masjidil Aqsa: Saksi Sejarah Isra Mi’raj yang Terjaga hingga Kini

Tiang Buraq di Masjidil Haram Mekkah

FACEINDONESIA.CO.ID – Saat peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dengan menunggangi Buraq, makhluk istimewa yang menjadi kendaraan para nabi. Setibanya di kompleks Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW mengikat Buraq pada sebuah tiang yang diyakini sebagai tempat tambatan para nabi terdahulu, sebelum melanjutkan perjalanan Mi’raj menuju langit.

Riwayat ini diriwayatkan dalam berbagai kitab hadis sahih. Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau mengikat Buraq di tempat yang biasa digunakan para nabi sebelumnya. Lokasi tersebut hingga kini dikenal sebagai Masjid Al-Buraq, bagian dari sisi barat kompleks Masjidil Aqsa.

Bacaan Lainnya

 

Buraq, Kendaraan Langit Para Nabi

Buraq digambarkan sebagai makhluk berwarna putih, bercahaya, lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari baghal. Keistimewaan Buraq terletak pada kecepatannya yang luar biasa, dengan satu langkah sejauh mata memandang. Atas izin Allah SWT, Buraq mampu menempuh jarak ribuan kilometer hanya dalam satu malam.

Para ulama menjelaskan bahwa Buraq bukan sekadar hewan, melainkan simbol kekuasaan Allah SWT yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Dengan Buraq, Allah menunjukkan bahwa hukum alam tunduk sepenuhnya pada kehendak-Nya.

 

Masjid Al-Buraq dan Tanda Ikatan yang Masih Diyakini Ada

Masjid Al-Buraq terletak di dinding barat Masjidil Aqsa. Di tempat inilah, menurut keyakinan umat Islam, Rasulullah SAW menambatkan Buraq sebelum memasuki Masjidil Aqsa dan menjadi imam shalat para nabi.

Hingga hari ini, umat Islam meyakini bahwa bekas cincin atau lubang tambatan Buraq masih ada di area tersebut. Tempat itu menjadi salah satu titik ziarah penting bagi kaum Muslimin yang berkunjung ke Masjidil Aqsa, meski aksesnya sering dibatasi akibat situasi politik dan keamanan.

Bagi umat Islam, keberadaan Masjid Al-Buraq bukan hanya situs sejarah, tetapi juga saksi bisu kemuliaan Rasulullah SAW dan kesucian Masjidil Aqsa sebagai tanah wakaf umat Islam sepanjang masa.

 

Simbol Kesatuan Para Nabi dan Risalah Tauhid

Tambatan Buraq di Masjidil Aqsa mengandung makna mendalam. Masjidil Aqsa adalah tempat berkumpulnya risalah para nabi, dan Nabi Muhammad SAW menjadi penutup sekaligus penyempurna risalah tauhid tersebut. Shalat Rasulullah SAW sebagai imam para nabi menegaskan posisi beliau sebagai pemimpin umat manusia.

Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi peristiwa spiritual yang menghubungkan langit dan bumi, masa lalu dan masa depan, serta meneguhkan Masjidil Aqsa sebagai bagian tak terpisahkan dari akidah umat Islam.

 

Amanah Sejarah bagi Umat Islam

Jejak Buraq dan tambatannya di Masjidil Aqsa menjadi pengingat bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah fakta iman yang hidup, bukan sekadar kisah masa lalu. Umat Islam dipanggil untuk menjaga kecintaan, kepedulian, dan doa bagi Masjidil Aqsa sebagai warisan suci yang dimuliakan Allah SWT.

Buraq telah menunaikan amanahnya mengantarkan Rasulullah SAW dalam perjalanan paling agung. Kini, amanah menjaga nilai dan sejarah Isra Mi’raj berada di tangan umat Islam, agar cahaya peristiwa langit itu terus menyala hingga akhir zaman. (Zid)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *