Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab dan Keutamaannya

Dok.Komunitas Info Pengajian Ikhwan Sejabodetabek

FACEINDONESIA.CO.ID – Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, doa, dan dzikir sebagai bentuk persiapan spiritual menuju Ramadhan.

Di antara amalan yang dikenal luas di kalangan ulama dan para sholihin adalah amalan khusus pada Jumat terakhir bulan Rajab.

Bacaan Lainnya

Amalan ini berupa bacaan dzikir singkat namun sarat makna, yang diriwayatkan dan diamalkan oleh para habaib dan ulama salaf.

 

Bacaan Amalan

Dzikir yang dibaca adalah:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh

Artinya:

“Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”

 

Tata Cara Mengamalkan

Amalan ini memiliki tata cara khusus sebagaimana yang diajarkan para ulama:
Dibaca saat khatib menyampaikan khutbah kedua pada Jumat terakhir bulan Rajab.

Dibaca sebanyak 35 kali.
Bagi perempuan, amalan ini dapat dibaca di rumah pada waktu yang sama.

 

Keutamaan Amalan

Di antara keutamaan yang disebutkan oleh para sholihin, amalan ini diyakini menjadi sebab terjaganya rezeki sepanjang tahun, sehingga harta yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dan tidak cepat habis.

Menariknya, amalan ini bukan sekadar teori, namun disebutkan telah diamalkan dan dibuktikan manfaatnya oleh banyak orang.

 

Sanad dan Ijazah Ulama

Amalan ini diijazahkan oleh Al-Habib Ali bin Hasan Baharun, yang beliau terima dari gurunya Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith. Berikut teks aslinya:

فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ (x 35) فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ

Artinya:

“Faidah: agar uang tidak habis sepanjang tahun, dianjurkan membaca dzikir ini sebanyak 35 kali pada Jumat terakhir bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti hasilnya.”
(Kitab Al-Fawaid Al-Mukhtarah, hal. 445)

 

Penutup

Amalan ini menjadi pengingat bahwa rezeki bukan hanya soal kerja keras, tetapi juga keberkahan dan hubungan spiritual dengan Allah SWT serta kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dengan dzikir yang sederhana namun penuh makna, umat Islam diajak untuk memperkuat tawakal dan harapan akan kecukupan rezeki yang berkah.
Menjelang berakhirnya bulan Rajab, tak ada salahnya mengamalkan wirid ini dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, sembari tetap berusaha dan berdoa. Semoga Allah SWT melapangkan rezeki kita semua dan memberkahinya sepanjang tahun. Aamiin. (Zid)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *