Bulog dan ID Food Perkuat Koperasi Merah Putih, Pangkas Rantai Distribusi Pangan

FACEINDONESIA.CO.ID- Perum Bulog dan Holding BUMN Pangan ID Food memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai jaringan distribusi kebutuhan pokok hingga tingkat desa. Langkah ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi pangan, memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok, serta menjaga keterjangkauan harga.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penguatan KDKMP menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan layanan pangan kepada masyarakat sekaligus memperkuat infrastruktur ekonomi kerakyatan di desa dan kelurahan.

Bacaan Lainnya

Sebagai tahap awal, Bulog telah menyelesaikan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke 107 titik KDKMP yang tersebar di tujuh provinsi. Total beras yang disalurkan mencapai 53.500 kilogram atau 53,5 ton, setara dengan 10.700 kemasan berukuran 5 kilogram. Seluruh penyaluran tersebut telah terealisasi 100 persen.

Sebaran penyaluran meliputi 47 koperasi di Jawa Tengah, 42 koperasi di Jawa Timur, masing-masing lima titik di Lampung, serta masing-masing empat titik di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Satu titik lainnya berada di Banten.

Rizal menjelaskan, Bulog juga melanjutkan pemenuhan kebutuhan beras SPHP untuk 1.250 titik KDKMP. Program distribusi tersebut selanjutnya ditargetkan berkembang secara bertahap hingga menjangkau 8.000 titik.

Perluasan distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan operasional koperasi, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta ketentuan penugasan pemerintah agar pasokan pangan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Selain menyalurkan beras SPHP, KDKMP mulai difungsikan sebagai titik serah Program Bantuan Pangan. Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 28 koperasi di lima provinsi telah menjadi lokasi penyerahan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.

Rinciannya, 16 titik berada di Jawa Timur, lima titik di Jawa Barat, empat titik di Jawa Tengah, dua titik di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan satu titik di Sulawesi Selatan.

Untuk memastikan kelancaran pasokan, Bulog terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat Koperasi Merah Putih sebagai jaringan distribusi pangan yang terintegrasi dengan program pemerintah.

ID Food Perluas Akses Pasar Petani

Sejalan dengan langkah Bulog, ID Food turut mendorong KDKMP menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat. Koperasi tidak hanya diharapkan menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga membuka peluang pemasaran hasil panen petani dan produk usaha lokal.

Direktur Utama ID Food Ghimoyo menegaskan, ketersediaan bahan pangan dan kesiapan sarana distribusi merupakan faktor penting bagi kelancaran operasional koperasi, terutama di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, kepastian pasokan dan distribusi komoditas pangan perlu menjadi perhatian bersama agar keberadaan koperasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, ID Food bersama Bapanas melakukan pemantauan pasokan pangan di sejumlah KDKMP di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (15/10/2026).

Koperasi yang dikunjungi antara lain KDMP Pangenjurutengah, Doplang, Mranti, Sidomulyo, Cangkreplor, Cangkrepkidul, dan Ganggeng.

Ghimoyo mengatakan, KDKMP juga diharapkan menjadi pembeli hasil produksi masyarakat setempat. Dengan demikian, petani memiliki akses pasar yang lebih luas, sementara masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan melalui saluran distribusi yang lebih dekat.

Dalam mendukung rantai pasok tersebut, ID Food menjalin sinergi dengan pemerintah, BUMN, dan sejumlah pihak yang terlibat dalam pengembangan KDKMP. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dalam penyediaan dan distribusi gula untuk memenuhi kebutuhan koperasi.

ID Food juga menjajaki distribusi berbagai komoditas pangan pokok lainnya dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, pola konsumsi, serta potensi komoditas di setiap daerah.

Untuk mendukung pelaksanaan program, ID Food melibatkan anak usahanya, yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Rajawali Nusindo. Keduanya berperan dalam koordinasi dan penyiapan kebutuhan distribusi komoditas pangan di tingkat koperasi.

Koperasi Diharapkan Tekan Harga Kebutuhan Pokok

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Brigjen Pol Hermawan mengatakan, keberadaan KDKMP diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Melalui koperasi di tingkat desa dan kelurahan, masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai komoditas, mulai dari beras SPHP, MinyaKita, gula, tabung gas elpiji 3 kilogram, hingga pupuk bersubsidi tanpa harus melewati rantai perantara yang panjang.

Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan berbunga rendah bagi masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi alternatif pembiayaan yang lebih terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi, termasuk dari rentenir.

Penguatan peran Koperasi Merah Putih sejalan dengan pemantauan serentak yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan terhadap 10.070 titik KDKMP di sembilan provinsi pada Kamis (15/10/2026).

Wilayah pemantauan mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, KDKMP menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap program bantuan dan subsidi.

Pemerintah juga mengarahkan koperasi tersebut untuk berperan sebagai agen bank-bank BUMN. Dengan penguatan distribusi pangan, akses pasar bagi petani, dan layanan ekonomi masyarakat, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *