FACEINDONESIA.CO.ID – Program Bug Bounty yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusdatin kembali mencatat prestasi internasional.
Program ini dinilai berhasil memperkuat ketahanan siber sektor pendidikan Indonesia di tengah percepatan transformasi digital.
Mengusung tema “Build Cyber Resilience”, program ini menjadi bagian dari upaya penguatan keamanan layanan pendidikan digital agar tetap aman, andal, dan berkelanjutan.
Selain itu, Bug Bounty juga membuka ruang bagi masyarakat pendidikan untuk berperan sebagai ethical hacker dalam menemukan dan melaporkan celah keamanan sistem secara bertanggung jawab.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak nyata, tetapi juga mengangkat nama Indonesia di tingkat global.
Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menyebutkan bahwa program ini telah melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak 2022, ribuan peneliti keamanan telah menguji puluhan aplikasi strategis pendidikan untuk memperkuat perlindungan data jutaan pengguna layanan pendidikan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Bug Bounty Kemendikdasmen mencatat partisipasi lebih dari 1.600 peserta, meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pencapaian ini juga mendapat pengakuan dunia setelah Program Bug Bounty Pusdatin Kemendikdasmen terpilih sebagai Champion WSIS Prizes 2026, penghargaan internasional dari forum World Summit on the Information Society (WSIS) di bawah International Telecommunication Union (ITU) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penghargaan ini sekaligus menegaskan kontribusi Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan berkualitas dan inovasi infrastruktur digital.
Selain itu, dalam EDUCSIRT Summit 2026, para peserta juga mendapat pembekalan terkait tantangan keamanan siber di era kecerdasan buatan (AI), termasuk pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperkuat sistem pertahanan digital.
Sebagai bentuk apresiasi, Kemendikdasmen juga memberikan penghargaan kepada para pemenang terbaik dari berbagai kategori serta membangun komunitas talenta keamanan siber pendidikan bernama Manggala Edu.(ZID)






