FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian satwa langka dan lingkungan hidup pada peringatan Hari Spesies Terancam Punah 2026, Sabtu (16/5).
Melalui Program BNI Berbagi, perseroan aktif menjalankan konservasi untuk Orangutan Kalimantan dan Badak Jawa, sekaligus melakukan rehabilitasi hutan sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, upaya tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati di Indonesia.
“Keberlanjutan bisnis tidak dapat dipisahkan dari kelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus mendukung program konservasi spesies terancam punah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Okki, Sabtu (16/5).
BNI memilih fokus pada Orangutan Kalimantan dan Badak Jawa karena keduanya merupakan satwa endemik Indonesia dengan status Critically Endangered berdasarkan data International Union for Conservation of Nature.
Kedua spesies tersebut menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat, deforestasi, dan perburuan ilegal yang dapat memicu kepunahan.
Dalam menjalankan program konservasi, BNI bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, BKSDA Kalimantan Timur, Borneo Orangutan Survival Foundation, Taman Nasional Ujung Kulon, serta Alert Indonesia.
Program yang dijalankan meliputi rehabilitasi habitat, konservasi individu orangutan, penanaman pohon pakan, pemulihan hutan terdegradasi, pemetaan genetik badak jawa, hingga pengembangan desa penyangga berbasis pertanian berkelanjutan.
Menurut Okki, keterlibatan BNI tidak hanya berupa dukungan pendanaan, tetapi juga partisipasi aktif dalam pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi.
“Kolaborasi menjadi kunci menjaga kelestarian spesies langka Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan generasi mendatang,” tutupnya. (San)





