FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Agama tercatat membina lebih dari 100.139 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dengan dukungan 424.342 ustadz dan ustadzah. Tercatat juga ada 2.906.106 santri MDT di seluruh Indonesia.
“Data tersebut menunjukkan besarnya kontribusi MDT dalam memperkuat pendidikan agama dan karakter bangsa,” tegas Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, saat membuka Muktaniz Ijtima’i Pendidikan Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (PDTPQ) di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Acara yang berlangsung tiga hari, 24–26 Februari 2026, ini menjadi forum konsolidasi nasional untuk memperkuat Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sebagai basis penguatan pendidikan karakter dan substansi agama dalam sistem pendidikan nasional.
Basnang menegaskan bahwa MDT memiliki peran strategis dalam membangun fondasi keagamaan dan karakter generasi bangsa, terutama di tengah keterbatasan jam pelajaran agama di sekolah formal.
“MDT memiliki peran strategis dalam membangun fondasi keagamaan dan karakter generasi bangsa. Karena itu, penguatannya harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, dengan dukungan kebijakan yang proporsional baik di tingkat pusat maupun daerah,” tegasnya.
Basnang juga menekankan bahwa penguatan MDT akan dilakukan secara komprehensif melalui penguatan regulasi dan kelembagaan, dukungan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas ketenagaan, serta penguatan dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga menjadi kunci agar MDT memperoleh perhatian dalam perencanaan pembangunan, termasuk di tingkat desa dan daerah.
Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Aziz Syaifuddin, menegaskan penataan tata kelola MDT secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan penting dilakukan agar layanan pendidikan diniyah semakin berkualitas dan akuntabel. Peserta kegiatan ini berasal dari beberapa Ketua Tim Kerja (Katimker) PDTPQ pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi serta pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tingkat pusat dan provinsi. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dra. Hj. Siti Sakdiyah, M.Pd., Dosen dan Praktisi Pendidikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon; H. Agus Salim Toyib, MM, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat FKDT; serta Alfi Syahrin, S.I.Kom., sebagai pengembang aplikasi Izop MDT.
Kepala Bagian Tata Usaha Pusbangkom, Muhtadin AR, menyampaikan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pusbangkom menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan MDT dalam sosialisasi kurikulum serta penguatan kompetensi ustadz dan ustadzah melalui pelatihan dan pengembangan berbasis digital. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama menegaskan komitmen untuk memperkuat regulasi, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memastikan MDT tetap eksis sebagai basis penguatan pendidikan karakter dan substansi agama generasi bangsa. (San)





