FACEINDONESIA.CO.ID – Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan petani terus diperkuat untuk meningkatkan produktivitas jagung sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi pertanian.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam panen raya jagung yang digelar Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (6/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, jajaran Pemkab Ponorogo, akademisi, perwakilan Bayer Indonesia, serta kelompok tani.
Hanif Faisol Nurofiq menegaskan peningkatan produktivitas menjadi kunci mewujudkan swasembada pangan di tengah keterbatasan lahan dan tantangan perubahan iklim.
“Penguatan ketahanan pangan tidak cukup melalui perluasan lahan tanam. Produktivitas harus ditingkatkan dengan teknologi dan inovasi. Kolaborasi pemerintah, petani, dan sektor swasta seperti Bayer menjadi contoh nyata dalam memperkuat produksi jagung nasional,” ujarnya.
Data Kemenko Pangan menunjukkan luas panen jagung pipilan pada Januari 2026 mencapai 0,24 juta hektare atau naik 11,17 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi jagung pipilan kering berkadar air 14 persen diperkirakan mencapai 1,38 juta ton atau meningkat 11,09 persen.
Sebagai salah satu sentra jagung terbesar di Jawa Timur, Ponorogo memiliki luas panen sekitar 39.046 hektare dengan produksi mencapai 284.242 ton pada 2025. Produktivitas rata-ratanya mencapai 7,28 ton per hektare.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan inovasi agar produktivitas petani semakin meningkat.
Dalam kesempatan itu, Bayer memperkenalkan hasil penggunaan benih jagung hibrida Dekalb DK19C yang menunjukkan performa agronomi yang baik di Desa Pijeran.
Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia, Aditia Rusmawan, mengatakan teknologi benih hibrida diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus nilai ekonomi petani.
Bayer juga akan menghadirkan varietas terbaru Dekalb DK19S dan DK09S yang memiliki perlindungan terhadap hama utama serta toleran terhadap herbisida Roundup Ready 2.
Selain meningkatkan hasil panen, benih tersebut dinilai mampu menekan biaya produksi karena memiliki rendemen tinggi dan kadar air panen lebih rendah.
Petani asal Desa Ronosentanan, Miswanto, mengaku penggunaan benih Dekalb DK19C membuat pertumbuhan tanaman lebih seragam, hasil panen meningkat, dan biaya produksi lebih efisien.
Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bayer Indonesia, dan petani diharapkan semakin mempercepat terwujudnya swasembada jagung nasional melalui pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. (den)






