Asman Abnur Sambut Menteri P2MI, BTP Siapkan Migran Hospitality Profesional

Dok.P2MI

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melakukan kunjungan kerja ke Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP), Senin (8/6).

Dalam agenda tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta peresmian Migrant Center yang berpusat di Auditorium BTP.

Mukhtarudin mengapresiasi langkah cepat BTP yang langsung merealisasikan kerja sama melalui pembentukan Migrant Center.

Menurutnya, pusat layanan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pekerja migran terampil, khususnya di sektor hospitality.

“Kami ingin membangun ekosistem pekerja migran yang memiliki keahlian dan daya saing global. Salah satu fokus utamanya adalah bidang hospitality,” ujar Mukhtarudin usai meninjau fasilitas kampus.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA Asman Abnur, Konsul Jenderal RI untuk Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto, Ketua Yayasan VITKA Astika Mutiarazma, serta sejumlah pimpinan institusi pendidikan dan pemerintah daerah.

Mukhtarudin menilai kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi vokasi menjadi model ideal dalam menyiapkan tenaga kerja profesional. Saat ini, Kementerian P2MI juga terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan kementerian yang memiliki politeknik kedinasan.

Ia menegaskan, penempatan pekerja migran dilakukan melalui jalur resmi yang disiapkan pemerintah, baik melalui skema Government to Government (G-to-G) maupun mekanisme prosedural lainnya.

Menurut Mukhtarudin, Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan bonus demografi di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di negara-negara yang mengalami penuaan populasi, seperti Jepang dan sejumlah negara di Eropa.

Batam dinilai memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura, sehingga berpotensi menjadi pusat pengembangan tenaga kerja berstandar internasional. Kehadiran ekosistem pekerja migran terampil juga diyakini mampu menekan pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melihat kualitas mahasiswa BTP yang telah mengikuti program magang internasional di berbagai negara, Mukhtarudin mendorong kampus tersebut segera membentuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

“Dengan adanya P3MI, BTP dapat menjadi one stop service bagi mahasiswa yang ingin bekerja di dalam maupun luar negeri melalui jalur resmi,” katanya.

Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA Asman Abnur menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menyebut momentum ini semakin istimewa karena BTP baru saja meraih akreditasi “Unggul”, meningkat dari sebelumnya “Baik Sekali”.

Menurut mantan Menteri PANRB itu, status akreditasi tersebut akan memperkuat daya saing BTP di tingkat global sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia industri terhadap lulusan kampus tersebut.

Asman menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan menjadi faktor utama agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

“Keahlian adalah kunci. Kita harus membuktikan bahwa lulusan Indonesia merupakan tenaga profesional yang dibutuhkan pasar global,” tegasnya.

Ia juga menyambut baik peresmian Migrant Center dan rencana pembentukan P3MI di lingkungan BTP.

Kehadiran Menteri P2MI di kampus, kata Asman, menjadi motivasi tambahan bagi civitas akademika untuk terus menyiapkan jalur karier internasional yang aman, resmi, dan profesional bagi generasi muda Indonesia. (HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *