FACEINDONESIA.CO.ID – Upaya memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah terus diperluas. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) resmi menjalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (BPD Kalteng) untuk memperkuat pembiayaan UMKM melalui skema Asuransi Kredit KUR dan Asuransi Umum.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing, khususnya di Kalimantan Tengah yang memiliki posisi penting sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Melalui Asuransi Kredit KUR, penyaluran pembiayaan UMKM kini dilengkapi perlindungan risiko kredit, sehingga perbankan lebih percaya diri menyalurkan pembiayaan. Sementara Asuransi Umum berfungsi memitigasi berbagai risiko usaha produktif, mulai dari risiko produksi, aset, hingga operasional, termasuk sektor logistik dan infrastruktur pendukung kawasan IKN.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, mengatakan kolaborasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan UMKM di daerah dengan potensi ekonomi strategis.
“Pertumbuhan UMKM di Kalimantan Tengah, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan kawasan penyangga IKN, perlu dibarengi dengan pembiayaan yang disertai perlindungan risiko,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Budhi menegaskan, kerja sama ini diharapkan mendorong perbankan semakin aktif menyalurkan kredit produktif sekaligus memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh secara berkelanjutan. Konsentrasi usaha mikro di sektor-sektor utama tersebut juga meningkatkan kebutuhan akan perlindungan asuransi guna menjaga kelangsungan usaha.
Tak hanya sebagai penyedia proteksi kredit, Askrindo juga berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong literasi dan inklusi asuransi di daerah. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal yang bertumpu pada usaha mikro dan UMKM produktif.
“Dengan sinergi Askrindo dan BPD Kalteng, kami optimistis UMKM di Kalimantan Tengah akan semakin tangguh, mampu memperluas skala usaha, dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif,” pungkas Budhi. (San)





