Angkutan Lebaran KAI: Stasiun Terintegrasi Permudah Pemudik Naik Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat strategi Angkutan Lebaran 2026 melalui penguatan integrasi antarmoda guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat saat peningkatan mobilisasi pada libur Lebaran.

Hingga 6 Februari 2026, KAI Catat 568.307 Tiket Terjual untuk Periode 11–23 Maret

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat strategi Angkutan Lebaran 2026 melalui penguatan integrasi antarmoda guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat saat peningkatan mobilisasi pada libur Lebaran. Kereta api berperan sebagai tulang punggung transportasi massal yang terhubung langsung dengan berbagai moda lanjutan, sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih efisien, nyaman, dan terdistribusi secara lebih merata.

Bacaan Lainnya

Penguatan integrasi antarmoda menjadi bagian penting dalam pengelolaan arus perjalanan nasional pada masa libur Lebaran yang ditandai dengan meningkatnya pergerakan masyarakat lintas wilayah. Konektivitas kereta api dengan moda lanjutan seperti kereta perkotaan, layanan bus, hingga angkutan lanjutan di kawasan perkotaan, mendukung perjalanan end-to-end bagi pelanggan dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.

 

Integrasi Antarmoda di Wilayah Jabodetabek dan Simpul Perkotaan

Di kawasan Jabodetabek, KAI menghadirkan kemudahan akses melalui stasiun-stasiun yang terintegrasi langsung dengan layanan KRL Commuter Line, sehingga masyarakat tidak selalu harus memulai perjalanan dari stasiun utama di pusat kota. Stasiun seperti Stasiun Bekasi, Stasiun Cikarang, dan Stasiun Jatinegara memungkinkan pemudik melakukan perjalanan kereta api jarak jauh dengan terlebih dahulu menggunakan KRL dari wilayah penyangga. Skema ini membantu mengurangi kepadatan di stasiun pusat sekaligus memperluas pilihan titik keberangkatan.

Sementara itu, Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen tetap berperan sebagai simpul utama kereta api jarak jauh yang terintegrasi dengan layanan TransJakarta, angkutan lanjutan, serta akses taksi dan kendaraan sewa. Integrasi ini memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan menuju berbagai kawasan di Jakarta dan sekitarnya tanpa hambatan berarti.

Di koridor pusat kota, integrasi antarmoda juga diperkuat melalui keterhubungan Stasiun Manggarai, Stasiun BNI City, dan kawasan Dukuh Atas sebagai hub multimoda. Kawasan ini menghubungkan layanan KRL, kereta bandara, LRT Jabodebek, TransJakarta, serta moda lanjutan lainnya, sehingga pergerakan penumpang antarlayanan dapat berlangsung lebih efisien dan terstruktur.

Integrasi serupa juga diperkuat di berbagai daerah lain di Pulau Jawa. Di Bandung, stasiun-stasiun utama terhubung dengan angkutan perkotaan dan transportasi jalan menuju wilayah Bandung Raya. Di Yogyakarta, konektivitas kereta api jarak jauh dan lokal terintegrasi dengan layanan KRL Yogyakarta–Solo serta angkutan perkotaan. Sementara di Surabaya, integrasi antarmoda mendukung pergerakan penumpang dari dan menuju kawasan Gerbangkertosusila.

Melalui penguatan integrasi di berbagai simpul tersebut, KAI mendorong perjalanan end-to-end yang lebih efisien sekaligus mendukung pemerataan arus penumpang selama periode libur Lebaran.

Sejalan dengan strategi tersebut, KAI mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang perjalanan pada tanggal-tanggal awal masa Angkutan Lebaran. Langkah ini diharapkan dapat membantu pemerataan arus penumpang sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan.

Hingga 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, total pemesanan tiket kereta api reguler untuk periode 11–23 Maret 2026 telah mencapai 568.307 tiket. Konsentrasi pemesanan masih berada pada tanggal-tanggal mendekati Hari Raya, sementara pada tanggal-tanggal awal ketersediaan tiket masih terbuka luas.

Data pemesanan menunjukkan bahwa pada 11 Maret 2026 tiket yang terjual baru mencapai 13.049 tiket, 12 Maret 2026 sebanyak 29.576 tiket, serta 16 Maret 2026 sebanyak 34.766 tiket. Angka tersebut masih berada di bawah tingkat pemesanan pada 18 Maret 2026 yang mencapai 59.773 tiket dan 19 Maret 2026 sebanyak 62.095 tiket.

Anne Purba menyampaikan bahwa integrasi stasiun dengan moda lanjutan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan Lebaran.
“Pemudik kini memiliki lebih banyak pilihan titik keberangkatan dan lanjutan perjalanan. Integrasi antarmoda ini mendukung kelancaran mobilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan selama libur Lebaran,” ujar Anne.

Skema penjualan tiket bertahap H-45, kesiapan sarana, serta pengaturan sistem ticketing yang transparan terus dilakukan KAI untuk memastikan layanan Angkutan Lebaran berjalan aman, tertib, dan andal.

KAI mengimbau masyarakat melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, serta mitra agen tiket resmi lainnya guna memastikan keabsahan tiket dan kenyamanan perjalanan.

“Dengan dukungan stasiun terintegrasi dan perencanaan perjalanan yang baik, masyarakat dapat menjalani perjalanan Lebaran dengan lebih tenang dan nyaman,” tutup Anne. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *