FACEINDONESIA.CO.ID- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengantisipasi potensi kebakaran di seluruh wilayah perkebunan yang dikelola perusahaan.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, dengan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi di kantor BNPB, Jakarta.
Pertemuan tersebut berfokus pada empat aspek utama pengamanan wilayah perkebunan, yakni pemantauan kondisi lahan, pertukaran informasi secara cepat, kesiapan personel, serta koordinasi penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Sebagai BUMN yang mendapat mandat mengoptimalkan aset perkebunan negara, Agrinas Palma menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Pengelolaan perkebunan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga kelestarian alam, keselamatan pekerja, dan keberlanjutan operasional.
Direktur Utama Agrinas Palma Mohammad Abdul Ghani menegaskan, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan lingkungan dan pencegahan karhutla.
“Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, keselamatan pekerja, dan penguatan pencegahan karhutla. Kami ingin memastikan tanggung jawab tersebut menjadi perhatian bersama di seluruh wilayah operasional perusahaan,” ujar Ghani dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Di tingkat operasional, perusahaan meningkatkan pengawasan terhadap titik-titik rawan kebakaran sekaligus memberikan pemahaman kepada pekerja mengenai mitigasi risiko dan mekanisme pelaporan dini.
Pekerja perkebunan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karena berinteraksi langsung dengan kondisi lapangan. Dengan deteksi lebih awal, potensi kebakaran diharapkan dapat segera diidentifikasi dan ditangani sebelum meluas.
Agrinas Palma juga menerapkan prinsip antisipasi dini melalui verifikasi informasi, pelaporan transparan, serta kesiapan respons yang terukur.
“Potensi kebakaran harus diantisipasi sedini mungkin sehingga keselamatan masyarakat dan pekerja, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan operasional dapat terlindungi,” tambah Ghani.
Komitmen penguatan kesiapsiagaan tersebut turut ditunjukkan melalui kunjungan rombongan Agrinas Palma ke pusat komando atau command centre BNPB. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi dan data spasial untuk memantau potensi ancaman secara waktu nyata, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan efektivitas koordinasi penanganan bencana.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyambut baik inisiatif Agrinas Palma. Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat.
“Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat. Agrinas Palma memiliki peran penting dalam memastikan kesiapsiagaan di wilayah yang dikelolanya,” tegas Kristomei.
Ia juga mendorong agar setiap informasi hasil pemantauan segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan seluruh pihak terkait.
Selain memperkuat mitigasi bencana, langkah preventif tersebut merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance. Melalui manajemen risiko yang transparan dan akuntabel, perusahaan berharap produktivitas perkebunan tetap terjaga sekaligus melindungi aset negara.
Upaya menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi landasan Agrinas Palma dalam mendukung agenda transisi energi nasional, termasuk pengembangan industri hilir dan ekosistem bioenergi.
Melalui sinergi bersama BNPB, Agrinas Palma berharap pencegahan karhutla semakin optimal sehingga pengelolaan perkebunan negara dapat berlangsung secara produktif, aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.(ZID)






