FACEINDONESIA.CO.ID- Pengembangan industri semikonduktor di Indonesia terus didorong untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan kemampuan pengembangan desain chip di dalam negeri serta minimnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidang semikonduktor.
Di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi chip untuk mendukung berbagai sektor industri dan layanan digital, penguatan kapasitas nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi luar negeri.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus Peruri Digital Summit 2026 yang digelar di Taman Kota Peruri, Jakarta Selatan. Mengusung tema Building Technology of the Future, kegiatan ini mempertemukan akademisi, praktisi industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang serta tantangan pengembangan teknologi chip di Indonesia.
Direktur Digital Business Peruri, Edwin Purwandesi, mengatakan pengembangan semikonduktor membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari industri, perguruan tinggi hingga talenta teknologi Indonesia.
“Pengembangan teknologi semikonduktor merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi nasional,” ujar Edwin dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, penguasaan teknologi harus didukung kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur pengembangan, serta kolaborasi berkelanjutan antara dunia industri dan akademisi.
Sebagai langkah konkret, Peruri menghadirkan sesi masterclass semikonduktor yang disampaikan Adi Saputra. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan pengembangan teknologi chip nasional melalui inisiatif Sandbox Chip Merah Putih.
Pengembangan chip dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan rancangan awal, pengujian dan validasi teknologi, hingga persiapan menuju produksi skala industri.
Proses tersebut juga memanfaatkan teknologi Agentic AI, perangkat open-source, serta pendekatan kolaboratif untuk mempercepat proses perancangan dan pengujian chip.
Peruri turut menghadirkan platform chip.peruri.co.id sebagai sarana pembelajaran desain chip yang dapat diakses melalui browser. Platform ini memungkinkan mahasiswa, akademisi, dan talenta teknologi untuk mempelajari, merancang, serta menguji sirkuit digital secara langsung.
Selain itu, Eko Fajar N. memberikan pemaparan mengenai berbagai pertimbangan dalam menentukan arsitektur prosesor untuk pengembangan desain chip. Aspek yang dibahas meliputi kinerja, efisiensi daya, hingga kesesuaian dengan kebutuhan penerapan teknologi.
Melalui Peruri Digital Summit 2026, Peruri menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem semikonduktor nasional sekaligus membuka ruang lebih luas bagi talenta muda untuk menghasilkan inovasi teknologi.
Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong lahirnya chip karya anak bangsa dan memperkuat kedaulatan digital Indonesia di tengah perkembangan teknologi global.(ZID)






