FACEINDONESIA.CO.ID- Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) hasil kolaborasi PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kembali menorehkan prestasi. Salah satu tokoh penggerak lingkungan binaan kedua perusahaan, Riyanta, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Adya 2026 kategori Pembina Lingkungan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penghargaan tersebut diserahkan di Aula Bima SMK Negeri 2 Depok, Sleman, Rabu (4/11/2026). Prestasi ini menjadi pengakuan atas keberhasilan masyarakat Padukuhan Jomblang Tengah dalam mengembangkan pengelolaan sampah organik dan pertanian terpadu.
Sebelumnya, gerakan lingkungan masyarakat Jomblang Tengah, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, juga meraih penghargaan Padukuhan Tangguh Iklim tingkat DIY pada Juni 2026.
Program yang didukung BAg dan PLN EPI tersebut memperkuat inisiatif Riyanta bersama Bank Sampah Ngupadi Rejeki yang telah berjalan sejak 2020.
Melalui konsep ekonomi sirkular, sampah organik diolah dengan memanfaatkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot yang dihasilkan digunakan sebagai pakan alternatif ayam dan ikan lele. Sementara residu pengolahannya dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk mendukung sektor pertanian.
Pendampingan juga dilakukan melalui penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan kapasitas warga, serta pengembangan kemandirian masyarakat. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau sekitar 300 kepala keluarga.
Sekretaris Perusahaan BAg, Aditya Yudanto, mengatakan penghargaan Kalpataru Adya 2026 menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menghasilkan solusi lingkungan berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi lokal.
Menurutnya, keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan inisiatif secara mandiri.
“Kami mengapresiasi peran local hero yang secara konsisten menggerakkan warga melalui pengelolaan sampah dan pertanian terpadu. BAg bersama PLN EPI akan terus mendukung upaya pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Aditya.
Ke depan, BAg bersama PLN EPI berkomitmen terus memperkuat kapasitas kelompok masyarakat dan mengembangkan praktik pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan sekaligus membuka peluang penerapan program serupa di wilayah lain.
Sebagai informasi, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna merupakan anak usaha Subholding PLN Energi Primer Indonesia yang bergerak di bidang transportasi energi primer untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik PLN Group dan independent power producer (IPP) dari Aceh hingga Papua.(ZID)






