Bahlil Turun ke Bali, Antrean BBM Mulai Terurai

FACEINDONESIA.CO.ID- Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mulai berangsur normal. Setelah sempat membuat warga mengantre hingga dua sampai tiga jam, waktu tunggu pengisian BBM kini berkurang menjadi sekitar 30 menit, seiring membaiknya pasokan dan penerapan sistem ganjil-genap.

Pemerintah bersama Pertamina terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi gangguan distribusi BBM yang terjadi hampir sepekan. Salah satunya melalui penambahan armada kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali serta peningkatan cadangan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turun langsung menangani persoalan tersebut. Pada Senin (19/10/2026), Bahlil memimpin rapat koordinasi penanganan pasokan BBM di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali.

Rapat tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Kapolda Bali Irjen Pasma Royce, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, perwakilan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Pertamina Patra Niaga, serta sejumlah pihak terkait.

Bahlil menjelaskan, gangguan pasokan BBM sebelumnya dipicu keterlambatan kapal pengangkut bahan bakar dari Jawa menuju Bali. Kondisi tersebut berlangsung sekitar tiga hingga empat hari dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat hingga aksi pembelian berlebihan atau panic buying.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pemerintah meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM jenis Pertalite atau RON 90 di Bali dari rata-rata 11–12 hari menjadi setara kebutuhan selama 15 hari.

“Alhamdulillah, puji Tuhan untuk di sini sudah bisa teratasi. Untuk mempercepat proses ini, saya meminta kepada Pertamina menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari,” ujar Bahlil seusai rapat koordinasi.

Bali memiliki dua fasilitas utama penampungan BBM, yakni Terminal Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal Sanggaran di Denpasar. Berdasarkan penjelasan Bahlil, cadangan BBM di Terminal Sanggaran diperkirakan cukup untuk empat hingga lima hari, sedangkan stok di Terminal Manggis tersedia untuk lebih dari 11 hari.

Selain meningkatkan cadangan, pemerintah juga meminta penambahan armada kapal pengangkut BBM untuk mempercepat distribusi dari Jawa ke Bali. Jumlah kapal yang melayani pengiriman BBM ditingkatkan dari tiga menjadi tujuh unit.

“Tadinya kapal cuma tiga, sekarang kapal yang sudah melayani ada tujuh,” tuturnya.

Bahlil sekaligus membantah kabar mengenai pemangkasan kuota BBM di Bali hingga 50 persen. Sebelumnya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa pasokan BBM di wilayahnya berkurang hingga 50 persen dari kebutuhan normal.

“Nggak ada, nggak ada pengurangan kuota, bahkan ini saya tambahin. Saya malah hari ini memerintahkan, memutuskan lewat SKK Dirjen Migas dan BPH Migas menaikkan kuota yang tadinya 11 hari, saya naikkan menjadi 15 hari,” tegasnya.

Sebagai bagian dari percepatan pemulihan distribusi, Pertamina Patra Niaga juga menambah pasokan Pertalite hingga total 48 juta liter. Penambahan tersebut dilakukan melalui pengiriman secara bertahap sejak 7 Oktober hingga 17 Oktober 2026.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, mengatakan kondisi antrean di sejumlah SPBU telah menunjukkan perbaikan signifikan.

“Penurunan antrean cukup signifikan berkurang hampir semua SPBU di Bali,” kata Ahad di Bali, Minggu (18/10/2026).

Antrean BBM di Bali Berangsur Normal

Perbaikan kondisi terlihat di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Buleleng. Antrean kendaraan di SPBU Kecamatan Seririt dan Gerokgak tidak lagi mengular hingga badan jalan sejak Minggu (18/10/2026) malam sampai Senin (19/10/2026) pagi.

Meski demikian, ketersediaan BBM belum sepenuhnya merata. Sebagian besar SPBU masih memiliki stok, tetapi beberapa lokasi sempat mengalami kekosongan sebelum mendapatkan pasokan tambahan. Salah satunya SPBU Pengastulan di Kabupaten Buleleng.

Antrean yang cukup panjang juga masih terlihat di beberapa SPBU di Kota Singaraja, termasuk SPBU Penarukan.

Untuk menjaga ketersediaan BBM, sejumlah SPBU di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Karangasem, Buleleng, Badung, serta Kota Denpasar dioperasikan selama 24 jam. Pertamina juga melakukan pemantauan stok BBM secara digital sepanjang waktu guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

Di sisi lain, penerapan sistem ganjil-genap menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan antrean kendaraan di SPBU. Kebijakan tersebut diberlakukan berdasarkan arahan Gubernur Bali Wayan Koster sejak Sabtu (17/10/2026).

Pemerintah Provinsi Bali kemudian memperpanjang kebijakan ganjil-genap hingga Jumat (23/10/2026).

“Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil-genap yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambahkan mulai besok sampai hari Jumat tanggal 23 Oktober nanti,” ujar Koster di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

Selain pengaturan kendaraan, Pemprov Bali menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) serta pembelajaran daring untuk membantu mengurangi mobilitas masyarakat.

Dengan penambahan armada distribusi, peningkatan cadangan BBM, pengoperasian SPBU selama 24 jam, dan pengendalian mobilitas, pemerintah berharap penyaluran BBM di Bali semakin stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Langkah tersebut juga diharapkan mampu mencegah antrean panjang kembali terjadi serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian di Pulau Dewata.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *