KAI Operasikan 9 Gardu JPL, Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang sekaligus mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Berdasarkan data per 9 Oktober 2026, sembilan gardu yang telah beroperasi tersebut terdiri dari lima gardu di wilayah Daop 1 Jakarta dan empat gardu di Daop 2 Bandung. Pengoperasian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, petugas, dan kebutuhan operasional di setiap lokasi.

Bacaan Lainnya

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa percepatan tindak lanjut rekomendasi KNKT dilakukan dengan mengutamakan kesiapan sarana keselamatan dan sumber daya manusia sebelum fasilitas digunakan.

“Tindak lanjut rekomendasi KNKT kami dorong melalui penyelesaian pekerjaan di lapangan secara bertahap. Setiap lokasi perlu dipastikan kesiapan fasilitas, petugas, dan aspek operasionalnya sebelum mulai digunakan untuk mendukung pengamanan pelintasan sebidang,” ujar Anne.

Di wilayah Daop 1 Jakarta, gardu yang mulai beroperasi berada di JPL 124 dan JPL 126 pada lintas Lemahabang–Kedunggedeh, JPL 98 lintas Tambun–Cibitung, JPL 98 Cisauk, serta JPL 156 lintas Tigaraksa–Cikoya.

Sementara itu, di wilayah Daop 2 Bandung, gardu yang telah beroperasi meliputi JPL 146 lintas Padalarang–Cimahi, JPL 340 lintas Padalarang–Cilame, JPL 263 lintas Sukatani–Plered, serta JPL 325 lintas Maswati–Sasaksaat.

KAI saat ini tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas keselamatan di 190 titik JPL di berbagai wilayah operasional. Hingga 9 Oktober 2026, pekerjaan sipil telah rampung di 188 lokasi atau mencapai sekitar 98 persen dari keseluruhan target.

Pemasangan gardu modular beserta fasilitas pendukung dilaksanakan secara bertahap. Setiap titik harus melalui pertimbangan teknis dan evaluasi kesiapan sebelum memasuki tahap operasional guna memastikan fasilitas dapat mendukung pengamanan perjalanan kereta api secara optimal.

Selain pembangunan infrastruktur, KAI juga mempersiapkan tenaga Petugas Jaga Lintasan (PJL). Hingga periode yang sama, sebanyak 739 petugas telah dinyatakan lulus sertifikasi kompetensi. Selanjutnya, kebutuhan dan penempatan personel akan diusulkan oleh masing-masing wilayah, disertai persiapan penugasan sesuai kebutuhan operasional.

Anne menegaskan, kesiapan petugas menjadi faktor penting dalam mendukung fungsi fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang.

“Penyelesaian fasilitas perlu berjalan beriringan dengan kesiapan petugas. Setiap gardu yang memasuki tahap operasional membutuhkan personel yang memiliki kompetensi sesuai tugas pengamanan pelintasan, sehingga fungsi keselamatan di lapangan dapat berjalan secara konsisten,” jelasnya.

Menurut Anne, pembangunan fasilitas keselamatan di 190 titik JPL dilakukan secara bertahap karena setiap lokasi memiliki karakteristik teknis dan kebutuhan pengamanan yang berbeda. Oleh sebab itu, evaluasi kesiapan menjadi bagian penting sebelum fasilitas digunakan untuk menunjang kegiatan operasional.

Di sisi lain, KAI mengimbau masyarakat agar turut menjaga keselamatan di perlintasan sebidang dengan mematuhi rambu, marka jalan, serta arahan petugas. Pengguna jalan juga diingatkan untuk mendahulukan perjalanan kereta api sesuai ketentuan yang berlaku.

“Keselamatan di pelintasan membutuhkan kesiapan fasilitas, kompetensi petugas, serta kedisiplinan pengguna jalan. Karena itu, percepatan tindak lanjut rekomendasi keselamatan terus kami jalankan secara bertahap berdasarkan kesiapan di setiap lokasi,” tutup Anne.

Dengan pengoperasian sembilan gardu JPL dan penyelesaian pembangunan fasilitas yang terus berjalan, KAI berupaya memperkuat pengamanan perlintasan sebidang melalui peningkatan infrastruktur, kesiapan petugas, dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan keselamatan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *